Feeds:
Tulisan
Komentar

Skandal Freeport

Catatan Muhamad Anis

Salah satu bentuk penjajahan neoliberalisme di negeri kita adalah kasus Freeport, yang untuk kesekian kalinya mencuat ke permukaan. Nampaknya kali ini kesabaran masyarakat Papua tak terbendung lagi, sehingga protes-protes yang muncul diwarnai dengan demonstrasi beruntun dan bahkan bentrok fisik dengan aparat TNI/Polri. Secara kasat mata, fenomena konflik Freeport memberikan gambaran yang menarik untuk dicermati. Tak diragukan, konflik-konflik yang terkait dengan keberadaan Freeport bukanlah fenomena baru dari adanya ketidakberesan perusahaan tambang Amerika itu selama ini.

Bukan rahasia lagi bahwa Kontrak Karya (Contract of Work Area) yang ditangani pemerintah Orde Baru telah mengabaikan prinsip-prinsip keadilan dan kesejahteraan rakyat. Sejak awal kehadiran Freeport di Mimika Papua (7 April 1967) telah memicu konflik, terutama dengan masyarakat suku Amungme dan Komoro. Perlakuan yang tidak akomodatif dari pemerintah dan pihak Freeport terhadap tuntutan masyarakat setempat telah memicu protes-protes yang berkepanjangan.

Lokasi pertambangan di daerah Ertsberg (gunung bijih tembaga) Papua pertama kali ditemukan oleh seorang ahli geologi berkebangsaan Belanda, Jean Dory, pada 1936. Kemudian dilanjutkan dengan ekspedisi Forbes Wilson pada 1960, yang menemukan kembali Ertsberg. Freeport sendiri pertama kali melakukan penambangan pada Desember 1967, pasca Kontrak Karya I (April 1967). Ekspor pertama konsentrat tembaga terjadi pada Desember 1972. Kemudian pada 1986 ditemukan lagi sumber penambangan baru di Grassberg (gunung rumput) yang kandungan bahan tambangnya jauh lebih besar. Kandungan bahan tambang emas yang terdapat di situ adalah yang terbesar di dunia.

Diperkirakan kuantitas produksi yang dapat diperoleh Freeport dalam sehari adalah 185 ribu sampai 200 ribu ton bijih tembaga dan emas. Singkatnya, Freeport dapat mengeruk dari kedua lokasi tersebut sekitar 30 juta ton tembaga dan 2,744 miliar gram emas. Bila dihitung secara kasar dengan standar harga per gram emas 100 ribu rupiah, berarti nilai emas yang terkandung di bumi Papua sekitar 270 triliun rupiah. Itu baru dari emas saja, belum produk tambang lainnya.

Kenyataan ini jelas sekali membuat Freeport semakin berhasrat untuk memperpanjang Kontrak Karya. Oleh karena itu, dibuatlah Kontrak Karya II pada Desember 1991, yang memberikan hak kepada Freeport untuk menambang selama 30 tahun dengan kemungkinan perpanjangan selama 2 kali 10 tahun. Dengan demikian, Kontrak Karya II ini akan berakhir pada 2021; jika diperpanjang, maka akan berakhir pada 2041.

Namun ironisnya, masyarakat daerah dan negara tak memperoleh hasil yang proporsional dari pertambangan tersebut. Kontribusi Freeport kepada APBN (hingga 2005) hanya 2 triliun rupiah pertahun (sekitar 0,5 persen dari total dana APBN), di mana saham negara hanya 9,36% dan sisanya dimiliki perusahaan Amerika tersebut. Sungguh, nilai yang sangat minim untuk ukuran perusahaan raksasa seperti Freeport, yang penghasilannya pada 2005 mencapai 4,2 miliar dolar (sekitar 42 triliun rupiah). Mengapa kita tidak mau belajar dari Bolivia? Negara miskin di Amerika Latin ini telah berhasil memaksa investor asing untuk memberikan laba yang lebih besar, dari 18% menjadi 82%. Tak disangka, para investor asing tersebut bersedia memenuhi permintaan ini. Mengapa demikian? Joseph Stiglitz, dalam wawancaranya dengan Tempo saat berkunjung ke Indonesia (16 Agustus 2007), mengatakan bahwa mereka (para investor asing itu) sadar betul bahwa mereka sedang merampok kekayaan negara-negara berkembang (They will stay there, because they know that in the past they have been robbing the developing countries).

Sementara itu, kantor berita Reuters memberitakan bahwa empat bos besar Freeport minimal menerima bagian 126,3 miliar rupiah perbulan. Chairman perusahaan itu, James R. Moffet, menerima lebih dari 87,5 miliar rupiah perbulan. Sedangkan President Directornya, Andrianto Machribie, menerima sekitar 15,1 miliar rupiah perbulan. Dan tak dipungkiri bahwa para pejabat pemerintahan Orde Baru juga memperoleh bagian yang menggiurkan.

Sungguh kontras dengan kehidupan masyarakat Papua itu sendiri. Menurut statistik, dari 1,5 juta penduduk Papua 80,07% di antaranya tergolong miskin. Jelas sekali, keserakahan Freeport itu telah memancing konflik yang berkepanjangan dengan masyarakat setempat. Namun sebenarnya masalah telah mulai muncul sejak dilakukannya ekspedisi. Ketika itu tim ekspedisi Forbes Wilson (1960) meminta bantuan kepada masyarakat sekitar untuk membawakan barang-barang keperluan rombongan, tetapi pada akhirnya mereka tidak dibayar. Peristiwa inilah yang menjadi awal kekecewaan masyarakat. Konflik berikutnya berkaitan dengan dibuatnya “January Agreement” (1974), yang isinya menyangkut kesepakatan antara Freeport dengan masyarakat suku Amungme dalam pematokan lahan tambang dan batas tanah. Namun kenyataannya, Freeport telah mengambil tanah adat jauh di luar batas yang telah disepakati. Akibatnya, masyarakat adat semakin tergeser dan menjadi kaum pinggiran.

Realitas sosial ini kemudian menyulut munculnya tuntutan perolehan laba Freeport oleh masyarakat adat setempat. Sehingga, akhirnya mulai 1996 Freeport memutuskan untuk memberikan dana sekitar 1% dari laba kotor perusahaan, yang disebut “Freeport Fund for Irian Jaya Development”. Namun disinyalir pemberian dana ini hanya sekedar akal-akalan Freeport untuk meredam kerusuhan Maret 1996. Selain itu, dana tersebut telah menimbulkan konflik baru antar suku (Amungme dan suku-suku lainnya) mengenai siapa yang paling berhak memanfaatkannya. Jelas sekali hal ini menguntungkan pihak Freeport, karena dengan munculnya konflik internal ini konsentrasi masyarakat tak lagi tertuju pada Freeport. Selain itu, sebagai kompensasi dari dana tersebut, Freeport kemudian memperluas wilayah dan kuantitas penambangannya.

Tidak hanya itu, Freeport bahkan dengan leluasa memanfaatkan aparat keamanan dari TNI dan Polri untuk menghadapi aksi protes masyarakat. Untuk itu, Freeport telah mengucurkan dana yang sangat besar bagi aparat keamaan, yang telah beralih fungsi menjadi bodyguard atau centeng itu. Koran The New York Times memberitakan bahwa Freeport telah membayar sekitar 30 juta dolar kepada TNI dan Polri antara 1998 dan 2004. Lebih dari itu, Freeport juga telah menjejali hingga puluhan dan ratusan ribu dolar ke kantong sejumlah pejabat militer senior. Bahkan pada 2003 Freeport juga mengakui telah membayar TNI dan Polri sebesar 11 juta dolar antara 2001 dan 2002. Karenanya, kerap terjadi pelanggaran HAM di lokasi sekitar penambangan. Masyarakat yang berupaya mengais-ngais tailing untuk sekedar mencari sisa rezeki, diusir dengan paksa dan bahkan ada yang ditembak.

Masalah lainnya adalah dugaan kuat adanya praktik manipulasi hasil tambang yang dilakukan Freeport. Hasil tambang Freeport—berupa konsentrat tembaga, emas, dan perak—disalurkan secara tertutup melalui pipa besar yang dipasang langsung dari pusat pertambangan Grassberg sepanjang seratus kilometer ke tepi laut Arafura, untuk dibawa ke Amerika. Hanya sedikit pengolahan konsentrat yang dilakukan di Indonesia (sekitar 3% menurut anggota Panja DPR atau 30% menurut Manajer Teknik PT. Smelting Gresik). Sehingga tak pernah diketahui kuantitas dan nilai produksi yang sebenarnya. Bahkan kabarnya Freeport telah membawa pula uranium dari sana. Apalagi kalau dilihat dari perolehan negara yang hanya sebesar 2 triliun rupiah pertahun, dibandingkan dengan pendapatan Freeport pada 2005, jelas jauh di bawah nilai saham negara sebesar 9,36%.

Belum lagi dugaan kuat penggelapan pajak. Sebagai gambaran, pada 1994 Freeport memperoleh pendapatan 1,1 miliar dolar (atau berdasarkan kurs saat itu sekitar 2,2 triliun rupiah). Sementara Barnabas Suebu, mantan Gubernur Irian Jaya, menyebutkan bahwa nilai pajak Freeport yang kembali ke daerah selama ia menjadi Gubernur pada 1988-1993 tidak lebih dari 20 miliar rupiah (kurang dari 0,2% pendapatan Freeport tersebut).

Pelanggaran lainnya adalah kerusakan lingkungan. Entah berapa besar tanah di sekitar pertambangan yang telah rusak berat selama beroperasinya Freeport. Tentu saja ini memberikan dampak yang tidak menguntungkan bagi ekologi Papua maupun kesehatan masyarakat. Bayangkan saja, masyarakat mesti meminum air dari sumur-sumur yang telah sangat tercemar limbah. Sekedar gambaran, dari produksi harian Freeport sebesar 200 ribu ton, menghasilkan limbah pasir kimiawi (tailing) sekitar 190 ribu ton. Dapat dibayangkan bagaimana dahsyat dampak buruknya bagi lingkungan setempat setiap harinya. Bahkan saat ini salju di puncak gunung Jaya Wijaya pun telah mencair akibat pencemaran limbah buangan ini.

Namun ironis sekali, pemerintah kita justru terus membela keberadaan Freeport di Indonesia. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bahkan dengan tegas menyatakan bahwa Freeport selalu memberi laporan data kinerja perusahaan kepada pemerintah Indonesia, sehingga tak ada alasan untuk menutup perusahaan Amerika tersebut. Masalahnya, seberapa jauh kejujuran mereka dalam memberikan laporan itu. Bahkan telah terbukti mereka tidak jujur. Lalu sampai kapan kita mesti menjadi budak di negeri sendiri pak Presiden?

Setelah Abu Dhabi menyetujui untuk memberikan pangkalan angkatan laut dari armada Perancis di perairannya, dan setelah kontrak dengan Perusahaan keamanan (STG) milik pengusaha Israel yang dikelola oleh pejabat Mossad dan sejumlah pensiunan pilot pesawat tempur, kini, UEA kembali menandatangani kontrak dalam memperoleh informasi dari satelit buatan Israel secara langsung.

Surat kabar Yediot Ahronot mengungkapkan, kerjasama dan koordinasi antara Emiret dan Israel ini adalah untuk layanan informasi bergambar.

Sumber itu mengatakan, bahwa Emiret menandatangani kesepakatan dengan sebuah perusahaan Israel ‘Aimjzisat’ yang telah meluncurkan dua satelit pengambil gambar model ‘Eros’. Abu Dhabi akan membayar sekitar $ 20 juta per tahun kepada perusahaan sekaitan layanan satelit.

Iimjzisat, adalah sebuah perusahaan Israel milik Departemen Dirgantara
dan sejumlah investor.

Negara Uni Emirat Arab telah menandatangani kesepakatan pada tahun 2006 dengan perusahaan Israil, setelah mendapat persetujuan dari perusahaan layanan intelijen Shin Bet dan Mossad untuk mencapai kesepakatan ini.

Maka diputuskan di bawah perjanjian ini, negara UEA memperoleh informasi gambar-gambar dari satelit jenis ‘Eros A’ yang pertama kalinya, dan perjanjian baru ini akan memungkinkan Abu Dhabi memperoleh teknologi lai dari satelit pengambil gambar yang paling canggih dari jenis Eros B.

Kedua satelit dan kamera diproduksi di Israel, dua satelit dari departemen kedirgantaraan sementara dua kamera dari perusahaan Israil yang lain.

Perusahaan akan membuat terminal untuk kepentingan pengambilan gambar di sejumlah titik di Abu Dhabi, yang memungkinkan mengakses gambar dari beberapa daerah yang telah ditetapkan.

ٍSejumlah Diplomat Teluk di Abu Dhabi mengatakan, gambar-gambar tersebut akan dikumpulkan oleh UEA yang berisikan foto-foto pangkalan angkatan laut Iran, tiga pulau Besar dan Kecil, pulau Abu Mousa, dan fasilitas militer dan sipil yang dibangun di atasnya.

Israel percaya perjanjian ini memperkuat hubungan informal antara Israel dan Emirat. Satelit Eros B diluncurkan ke luar angkasa pada 2006 dalam format yang jernih dan tajam. Luasnya 70 cm, sangat canggih. Majalah AS melaporkan, model satelit buatan Eros ini, mirip dari sisi konstruksinya dengan satelit pengintai dari jenis Aovk yang pernah diluncurkan Israel.

Emirat telah menandatangani sebuah kontrak dengan perusahaan keamanan khusus yang dimiliki oleh Israel. Sebuah kontrak senilai puluhan juta dolar, dimana bitir-butir ketentuannya meliputi semua barang yang termasuk dalam kebutuhan keamanan, intelijen dan militer yang sangat penting bagi keamanan UAE. Pihak perusahaan Israel akan memegang kendali pelaksanaan proyek-proyek itu sehubungan dengan kegiatan kemiliteran, intelijen dan keamanan nasional, serta siap menyediakan fasilitas yang dibutuhkan.

Israel juga berjanji untuk menyediakan pedoman mengenai pengaktifan sistem senjata canggih, dan sistem keamanan, serta pelatihan analis informasi dan pelatihan staf keamanan untuk melindungi perbatasan dan untuk menggagalkan operasi seperti penyanderaan atau kudeta atau usaha-usaha untuk menduduki tempat strategis, seperti instalasi Minyak.

Hal ini diyakini para pakar bidang keamanan dan pertahanan di Teluk Persia yang menyatakan, bahwa kontrak ini akan menempatkan di tangan perusahaan ini banyak informasi yang sangat penting dan strategis perihal keamanan dan informasi militer yang tentu akan disampaikan kepada Israel secara langsung, tanpa diintervensi ngara Teluk untuk memonitoring dan melacak jika suatu saat menginginkannya.

Sumber-sumber Eropa menegaskan, bahwa kontrak ini dan sisa kontrak yang disepakati Israel dan UEA, memungkinkan mereka untuk mendapatkan pijakan dari sisi keamanan, intelijen dan militer di UAE, sehingga memudahkan bagi Tel Aviv melakukan kegiatan spionase dan pencarian informasi sehubungan dengan Iran.

Langkah ini menjadikan Emiret sudi memberikan kepada Perancis sebuah pangkalan angkatan laut di perairan teritorial baru-baru ini sesuai persetujuan dari kepemimpinan politik di UAE. Perusahaan Emiret menerima para petugas keamanan Israel yang dipekerjakan oleh Mossad dan pensiunan militer, yang memungkinkan bagi Perancis menempatkan armada khusus laut di perairan Teluk Persia. Ini adalah basis pertama pangkalan armada Perancis di wilayah ini dalam misinya menyediakan jasa logistik kapal perang. Semua ini menunjukkan bahwa UEA dalam perjalanannya yang memungkinkan para musuh meraup manfaat di wilayahnya dan perairan teritorial yang berada di dekat pantai dan pulau-pulau di Iran.

(alalam, 5/2-2010)

“Doa Untuk Si Mayit”

:- HUMOR SUFI -:

Dalam perjalanannya menuju mesjid, Iring-iringan jenazah melewati seorang badui. Pemandangan ini membuat si badui merenung sejenak.
“Aku akan ikut sholatkan jenazah itu agar bila aku mati nanti orang juga tak segan menyolatkan aku,” pikir si badui. Ia lalu mengikuti iringan jenazah itu memasuki mesjid. Setelah menyolatkan, ia kembali mengurus kerjaannya.
Malam harinya sang imam mimpi bertemu dengan si mayit. Ia tampak sangat bahagia.
“Bagaimana keadaanmu,” tanya sang imam.
“Alhamdulillah, Allah telah mengampuni dosa-dosaku berkat doa si badui.”
Keesokan harinya sang imam mencari si Badui. Setelah bertemu, ia bertanya, “Doa apa yang kau baca sewaktu sholat jenazah kemarin.”
“Aku tidak membaca apa-apa,” kata si Badui.
“Semalam aku mimpi bertemu dengan mayit yang kita sholatkan kemarin. Ia bercerita bahwa Allah telah mengampuni dosa-dosanya berkat doamu.”
“Aku tidak berdoa apa-apa. Aku hanya berkata: Ya Alloh, sekarang ia adalah tamu-Mu. Kalau tamuku, tentu akan kusembelihkan seekor kambing.”


“Yakinlah! bahwa tidak ada yang percuma dari yang anda berikan sebagai hak kepada diri anda. Lakukan yang terbaik untuk membangun jiwa tangguh dalam berkarya sebaik anda meyakinkan kepada orang lain bahwa anda adalah anda..hanya pribadi tangguhlah yang tabah dalam menyelami lautan kesadaran yang bergelombang. Bernanafaslah sejenak saat diri anda terancam tenggelam, dan beristrirahatlah seketika saat anda merasa kelelahan. Mulailah setiap usaha dari langkah awal penuh harapan akan kesuksesan. Sebab anda bukan dalam bayang-bayang kegagalan, tapi dalam ruang fitting takdir Tuhan.”

Dalam lingkungan yang kental corak agamanya, tidak menghasilkan kualitas manusia yang super, adalah sebuah penyimpangan kalau tidak mau disebut kegagalan. Kehidupan yang diawali sebuah keluarga dengan tingkat kepedulian atas nilai-nilai moral, tidak berhasil menelorkan bibit-bibit unggul yang berbobot, adalah celaka.

Memang, tidak mengharuskan lingkungan positif memberikan hasil positif pula dan sebaliknya. Namun berbeda dengan seorang yang dalam harapan orang tuanya berbeda dengan jalur yang telah dititinya semenjak ia dewasa dalam hal karir.

Pemuda yang mengawali study lanjutan diluar negri (Belanda) bidang menejemen perusahaan memiliki prestasi yang sangat gemilang. Kemampuan daya nalarnya membuat dirinya semakin mantap menatap dunia bisnis ke depan yang lebih cerah.

Tak terbayangkan kelak dirinya mendapat job istimewa yang dari sana ia memulai membuka alphabet kehidupan yang lebih bermakna disela-sela bayang-bayang genitnya banyak perusahaan asing di Indonesia yang menawarkan dirinya untuk ia bekerja disana.

Pemuda dengan penampilan sederhana yang tidak semestinya seusia dia mampu mempertahankan nilai-nilai etos kerja dalam perpaduan apik dengan kesalihan perilakunya. Sesuatu yang jarang menyatu dalam satu pribadi.

Semangatnya dalam menekuni dunia bisnis dan kometmennya yang langka terhadap unsur-unsur kesalihan, menempatkan dirinya di posisi pebisnis penuh harapan. Dari sini mungkin sebuah perusahaan asing mengondolnya untuk menerima jabatan sebagai meneger keuangan.

Dalam menjalankam tugasnya yang baru, ia memulai dengan mengaudit seluruh pengeluaran perusahaan yang sangat besar. Dalam beberapa bulan perusahaan diuntungkan olehnya dari sisi pajak dengan penghematan sampai 30%.

Sebagai imbalan, Big Bos menginventarisir baginya sebuah rumah mewah di wilayah Jakarta dan Mobil presticious yang sangat istimewa. Hal yang tak terbayangkan sebelumnya sebagai pegawai baru yang masih memerlukan banyak penyesuaian terhadap lingkungan kerjanya.

Namun, sembari bersyukur ia begitu yakin bahwa nilai sebuah pecapaian dan harga sebuah imbalan yang diterima senilai kesungguhan yang diberikan. Seberapa pun fokus kita terhadap tujuan, sebesar itu kita akan memperoleh imbalan.

Yang paling memukai dari kisah pendek ini, di sela-sela kesibukannya mengatur sebuah perusahan ia masih menyempatkan diri untuk mencari ilmu agama sebagai tambahan bekal dalam menjalani hidup ini.

Kemampuan atur waktu membuatnya harus bangun tepat salat subuh, lalu segera berangkat ngaji ke sebuah pengajian rutin yang ia gandrungi. Kesempatan ngaji dilewatkanya sekitar satu jam lalu segera meluncur ke tempat kerjanya yang agak jauh dari tempat tinggalnya. Sesekali sebelum tiba di kantornya, ia menjenguk orang tuannya yang tinggal jauh dari rumahnya. Demikian ia lakukan setiap hari selama sekian tahun.

Pria berjenggot ini merasa belum memiliki apa-apa selama hasil ngajinya masih hanya tersimpan di dalam kepalanya. Dengan kelembutan suara dan penampilan sopan yang begitu menggairahkan dan menarik, rupanya cukup modal baginya untuk berbagi ilmu kepada orang lain.

Dengan keberanian yang matang, ia mencoba menjadi satu diantara banyak orang yang tunduk pada anjuran Nabi yang berbunyi: “ilmu tampa amal bagai pohon tampa buah”. Begitu nyaman dirasa ketika ia sukses melengkapi dimensi eksoteris dirinya dengan esoteris penuh penjiwaan dan makna hidup dengan cara seperti ini yang telah ia jalaninya.

Sungguh menakjubkan dari seorang yang jauh dari linkungan agama serta begitu akrab dengan konsep-konsep bisnis yang ia peroleh dari negri barat, mampu mere-start ulang ketertinggalannya sehingga menjadi seorang juru da’wah yang mengantongi banyak murid/anak-anak terpelajar.

Bukankah ia sudah berada di tingkat yang sangat bernilai bagi seorang pebisnis? Ternyata tidak. Beliau lanjutkan karir pengabdiannya dalam beragama bersanding karir dedikasinya dalam berkarya. Dari hasil usahanya, secara pribadi ia membangun sebuah sekolah agama plus untuk anak-anak cerdas yang kurang mampu.

Dari pengalamannya membina perusahaan, kini ia mencoba membina sekolahan yang dipimpinnya sendiri. Lagi pula ia menjadi bapak asuh di beberapa sekolahan. Lengkap sudah pelajaran hidup yang mesti dilalui setiap orang yang mendambakan kebaikan dunia dan akhirat.

Tampa menafikan aral hidup yang kian menantang, bukan sekadar impian dalam kesadaran. Pribadi komplit yang mesti dicontoh para pengusaha dan pebisnis kita dalam keterbatasan pemahaman akan nilai-nilai kongkrit yang dapat membangun semangat kerja dan berperi-kemanusiaan yang lebih berwibawa.

Di era dimana harta harus dicari sepenuh usia, dan kesempatan mesti dikejar dengan berbagai cara, masih ada orang-orang yang mampu menyisakan sebagian hidup diluar jam kerjanya untuk mempercantik wajah kalbunya dengan sengatan-sengatan spiritual yang elok memandu nasib karir bisnisnya.

Adalah satu diantara sejuta orang yang sempurna meniti jalan seperti ini. Tentu tangan Tuhan ikut mendisain pola pikir hambanya yang mau berusaha mendewasakan kemampuan bisnisnya yang seringkali dimanjakan dengan merasa cukup di level sanjungan atasan dan fee perusahaan.

Super hero dari milyader ini telah berhasil menjadi mahasiswa Tuhan yang telah diwisuda olehNya dengan nilai sangat memuaskan.

السلام على الشيب الخضيب … السلام على الخد التريب … السلام على البدن السليب … السلام على الثغر
المقروع بالقضيب … السلام على الرأس المرفوع … السلام على الأجسام العارية في الفلوات … السلام على المرمّل بالدماء … السلام على المهتوك الخباء … السلام على خامس أصحاب الكساء … السلام على غريب الغربلاء … السلام على شهيد الشهداء … السلام على قتيل الأدعياء … السلام على ساكن كربلاء … السلام على من بكته ملائكة السماء

Salam sejahtera atas-mu yang berjenggotkan darah..
Salam sejahtera atas-mu dengan pipi bersandarkan tanah..
Salam sejahtera atas-mu dengan tubuh tersayat..
Salam sejahtera aras-mu dengan sobekan tubuh yang terpotong-potong oleh tombak..
Salam sejahtera atas kepala yang terputus..
Salam sejahtera atas tubuh-tubuh tak sehelai kain di padang sahara..
Salam sejahtera atas-mu yang berbalutkan pasir dan darah..
Salam sejahtera atas tubuh-mu yang hancur..
Salam sejahtera atas kelima dari anggota kain kisa’..
Salam sejahtera atas-mu yang terasing diantara yang asing..
Salam sejahtera atas pemimpin para syuhada’..salam sejahtera atas korban para pengecut..
Salam sejahtera atas penghuni karbala’..
Salam sejahtera atas manusia yang menbuat malaikat langit menangis..

Perbedaan pandangan mengenai pribadi Ali bin Abi Thalib
Sunni dan Syi’ah

Syi’ah berpendapat bahwa Ali adalah khalifah yang berhak menggantikan Nabi Muhammad, dan sudah ditunjuk oleh Beliau atas perintah Allah di Ghadir Khum. Syi’ah meninggikan kedudukan Ali atas Sahabat Nabi yang lain, seperti Abu Bakar dan Umar bin Khattab.

Syi’ah selalu menambahkan nama Ali bin Abi Thalib dengan Alayhi Salam (AS) atau semoga Allah melimpahkan keselamatan dan kesejahteraan.
[sunting] Sunni

Sebagian Sunni yaitu mereka yang menjadi anggota Bani Umayyah dan para pendukungnya memandang Ali sama dengan Sahabat Nabi yang lain.

Sunni menambahkan nama Ali dengan Radhiyallahu Anhu (RA) atau semoga Allah melimpahkan Ridha (ke-suka-an)nya. Tambahan ini sama sebagaimana yang juga diberikan kepada Sahabat Nabi yang lain.
[sunting] Sufi

Sufi menambahkan nama Ali bin Abi Thalib dengan Karramallahu Wajhah (KW) atau semoga Allah me-mulia-kan wajahnya. Doa kaum Sufi ini sangat unik, berdasar riwayat bahwa beliau tidak suka menggunakan wajahnya untuk melihat hal-hal buruk bahkan yang kurang sopan sekalipun. Dibuktikan dalam sebagian riwayat bahwa beliau tidak suka memandang ke bawah bila sedang berhubungan intim dengan istri. Sedangkan riwayat-riwayat lain menyebutkan dalam banyak pertempuran (duel-tanding), bila pakaian musuh terbuka bagian bawah terkena sobekan pedang beliau, maka Ali enggan meneruskan duel hingga musuhnya lebih dulu memperbaiki pakaiannya.

Ali bin Abi Thalib dianggap oleh kaum Sufi sebagai Imam dalam ilmu al-hikmah (divine wisdom) dan futuwwah (spiritual warriorship). Dari beliau bermunculan cabang-cabang tarekat (thoriqoh) atau spiritual-brotherhood. Hampir seluruh pendiri tarekat Sufi, adalah keturunan beliau sesuai dengan catatan nasab yang resmi mereka miliki. Seperti pada tarekat Qadiriyyah dengan pendirinya Syekh Abdul Qadir Jaelani, yang merupakan keturunan langsung dari Ali melalui anaknya Hasan bin Ali seperti yang tercantum dalam kitab manaqib Syekh Abdul Qadir Jilani (karya Syekh Ja’far Barzanji) dan banyak kitab-kitab lainnya.
[sunting] Riwayat Hidup
[sunting] Kelahiran & Kehidupan Keluarga
[sunting] Kelahiran

Ali dilahirkan di Mekkah, daerah Hejaz, Jazirah Arab, pada tanggal 13 Rajab. Menurut sejarawan, Ali dilahirkan 10 tahun sebelum dimulainya kenabian Muhammad, sekitar tahun 599 Masehi atau 600(perkiraan). Muslim Syi’ah percaya bahwa Ali dilahirkan di dalam Ka’bah. Usia Ali terhadap Nabi Muhammad masih diperselisihkan hingga kini, sebagian riwayat menyebut berbeda 25 tahun, ada yang berbeda 27 tahun, ada yang 30 tahun bahkan 32 tahun.

Beliau bernama asli Haydar bin Abu Thalib, paman Nabi Muhammad SAW. Haydar yang berarti Singa adalah harapan keluarga Abu Thalib untuk mempunyai penerus yang dapat menjadi tokoh pemberani dan disegani diantara kalangan Quraisy Mekkah.

Setelah mengetahui sepupu yang baru lahir diberi nama Haydar,[rujukan?] Nabi SAW memanggil dengan Ali yang berarti Tinggi(derajat di sisi Allah).
[sunting] Kehidupan Awal

Ali dilahirkan dari ibu yang bernama Fatimah binti Asad, dimana Asad merupakan anak dari Hasyim, sehingga menjadikan Ali, merupakan keturunan Hasyim dari sisi bapak dan ibu.

Kelahiran Ali bin Abi Thalib banyak memberi hiburan bagi Nabi SAW karena beliau tidak punya anak laki-laki. Uzur dan faqir nya keluarga Abu Thalib memberi kesempatan bagi Nabi SAW bersama istri beliau Khadijah untuk mengasuh Ali dan menjadikannya putra angkat. Hal ini sekaligus untuk membalas jasa kepada Abu Thalib yang telah mengasuh Nabi sejak beliau kecil hingga dewasa, sehingga sedari kecil Ali sudah bersama dengan Muhammad.

Dalam biografi asing (Barat), hubungan Ali kepada Nabi Muhammad SAW dilukiskan seperti Yohanes Pembaptis (Nabi Yahya) kepada Yesus (Nabi Isa). Dalam riwayat-riwayat Syi’ah dan sebagian riwayat Sunni, hubungan tersebut dilukiskan seperti Nabi Harun kepada Nabi Musa.
[sunting] Masa Remaja

Ketika Nabi Muhammad SAW menerima wahyu, riwayat-riwayat lama seperti Ibnu Ishaq menjelaskan Ali adalah lelaki pertama yang mempercayai wahyu tersebut atau orang ke 2 yang percaya setelah Khadijah istri Nabi sendiri. Pada titik ini Ali berusia sekitar 10 tahun.

Pada usia remaja setelah wahyu turun, Ali banyak belajar langsung dari Nabi SAW karena sebagai anak asuh, berkesempatan selalu dekat dengan Nabi hal ini berkelanjutan hingga beliau menjadi menantu Nabi. Hal inilah yang menjadi bukti bagi sebagian kaum Sufi bahwa ada pelajaran-pelajaran tertentu masalah ruhani (spirituality dalam bahasa Inggris atau kaum Salaf lebih suka menyebut istilah ‘Ihsan’) atau yang kemudian dikenal dengan istilah Tasawuf yang diajarkan Nabi khusus kepada beliau tapi tidak kepada Murid-murid atau Sahabat-sahabat yang lain.

Karena bila ilmu Syari’ah atau hukum-hukum agama Islam baik yang mengatur ibadah maupun kemasyarakatan semua yang diterima Nabi harus disampaikan dan diajarkan kepada umatnya, sementara masalah ruhani hanya bisa diberikan kepada orang-orang tertentu dengan kapasitas masing-masing.

Didikan langsung dari Nabi kepada Ali dalam semua aspek ilmu Islam baik aspek zhahir (exterior)atau syariah dan bathin (interior) atau tasawuf menggembleng Ali menjadi seorang pemuda yang sangat cerdas, berani dan bijak.
[sunting] Kehidupan di Mekkah sampai Hijrah ke Madinah

Ali bersedia tidur di kamar Nabi untuk mengelabui orang-orang Quraisy yang akan menggagalkan hijrah Nabi. Beliau tidur menampakkan kesan Nabi yang tidur sehingga masuk waktu menjelang pagi mereka mengetahui Ali yang tidur, sudah tertinggal satu malam perjalanan oleh Nabi yang telah meloloskan diri ke Madinah bersama Abu Bakar.
[sunting] Kehidupan di Madinah
[sunting] Perkawinan

Setelah masa hijrah dan tinggal di Madinah, Ali dinikahkan Nabi dengan putri kesayangannya Fatimah az-Zahra yang banyak dinanti para pemuda. Nabi menimbang Ali yang paling tepat dalam banyak hal seperti Nasab keluarga yang se-rumpun (Bani Hasyim), yang paling dulu mempercayai ke-nabi-an Muhammad (setelah Khadijah), yang selalu belajar di bawah Nabi dan banyak hal lain.
[sunting] Julukan

Ketika Muhammad mencari Ali menantunya, ternyata Ali sedang tidur. Bagian atas pakaiannya tersingkap dan debu mengotori punggungnya. Melihat itu Muhammad pun lalu duduk dan membersihkan punggung Ali sambil berkata, “Duduklah wahai Abu Turab, duduklah.” Turab yang berarti debu atau tanah dalam bahasa Arab. Julukan tersebut adalah julukan yang paling disukai oleh Ali.
[sunting] Pertempuran yang diikuti pada masa Nabi saw
[sunting] Perang Badar

Beberapa saat setelah menikah, pecahlah perang Badar, perang pertama dalam sejarah Islam. Di sini Ali betul-betul menjadi pahlawan disamping Hamzah, paman Nabi. Banyaknya Quraisy Mekkah yang tewas di tangan Ali masih dalam perselisihan, tapi semua sepakat beliau menjadi bintang lapangan dalam usia yang masih sangat muda sekitar 25 tahun.
[sunting] Perang Khandaq

Perang Khandak juga menjadi saksi nyata keberanian Ali bin Abi Thalib ketika memerangi Amar bin Abdi Wud . Dengan satu tebasan pedangnya yang bernama dzulfikar, Amar bin Abdi Wud terbelah menjadi dua bagian.
[sunting] Perang Khaibar

Setelah Perjanjian Hudaibiyah yang memuat perjanjian perdamaian antara kaum Muslimin dengan Yahudi, dikemudian hari Yahudi mengkhianati perjanjian tersebut sehingga pecah perang melawan Yahudi yang bertahan di Benteng Khaibar yang sangat kokoh, biasa disebut dengan perang Khaibar. Di saat para sahabat tidak mampu membuka benteng Khaibar, Nabi saw bersabda:

“Besok, akan aku serahkan bendera kepada seseorang yang tidak akan melarikan diri, dia akan menyerang berulang-ulang dan Allah akan mengaruniakan kemenangan baginya. Allah dan Rasul-Nya mencintainya dan dia mencintai Allah dan Rasul-Nya”.

Maka, seluruh sahabat pun berangan-angan untuk mendapatkan kemuliaan tersebut. Namun, temyata Ali bin Abi Thalib yang mendapat kehormatan itu serta mampu menghancurkan benteng Khaibar dan berhasil membunuh seorang prajurit musuh yang berani bernama Marhab lalu menebasnya dengan sekali pukul hingga terbelah menjadi dua bagian.
[sunting] Peperangan lainnya

Hampir semua peperangan beliau ikuti kecuali perang Tabuk karena mewakili nabi Muhammad untuk menjaga kota Madinah.
[sunting] Setelah Nabi wafat

Sampai disini hampir semua pihak sepakat tentang riwayat Ali bin Abi Thalib, perbedaan pendapat mulai tampak ketika Nabi Muhammad wafat. Syi’ah berpendapat sudah ada wasiat (berdasar riwayat Ghadir Khum) bahwa Ali harus menjadi Khalifah bila Nabi SAW wafat. Tetapi Sunni tidak sependapat, sehingga pada saat Ali dan Fatimah masih berada dalam suasana duka orang-orang Quraisy bersepakat untuk membaiat Abu Bakar.

Menurut riwayat dari Al-Ya’qubi dalam kitab Tarikh-nya Jilid II Menyebutkan suatu peristiwa sebagai berikut. Dalam perjalan pulang ke Madinah seusai menunaikan ibadah haji ( Hijjatul-Wada’),malam hari Rasulullah saw bersama rombongan tiba di suatu tempat dekat Jifrah yang dikenal denagan nama “GHADIR KHUM.” Hari itu adalah hari ke-18 bulan Dzulhijah. Ia keluar dari kemahnya kemudia berkhutbah di depan jamaah sambil memegang tangan Imam Ali Bin Abi Tholib r.a.Dalam khutbahnya itu antara lain beliau berkata : “Barang siapa menanggap aku ini pemimpinnya, maka Ali adalah pemimpinnya.Ya Allah, pimpinlah orang yang mengakui kepemimpinannya dan musuhilah orang yang memusuhinya”

Pengangkatan Abu Bakar sebagai Khalifah tentu tidak disetujui keluarga Nabi Ahlul Baitdan pengikutnya. Beberapa riwayat berbeda pendapat waktu pem-bai’at-an Ali bin Abi Thalib terhadap Abu Bakar sebagai Khalifah pengganti Rasulullah. Ada yang meriwayatkan setelah Nabi dimakamkan, ada yang beberapa hari setelah itu, riwayat yang terbanyak adalah Ali mem-bai’at Abu Bakar setelah Fatimah meninggal, yaitu enam bulan setelah meninggalnya Rasulullah demi mencegah perpecahan dalam ummat

Ada yang menyatakan bahwa Ali belum pantas untuk menyandang jabatan Khalifah karena umurnya yang masih muda, ada pula yang menyatakan bahwa kekhalifahan dan kenabian sebaiknya tidak berada di tangan Bani Hasyim.
[sunting] Sebagai khalifah

Peristiwa pembunuhan terhadap Khalifah Utsman bin Affan mengakibatkan kegentingan di seluruh dunia Islam yang waktu itu sudah membentang sampai ke Persia dan Afrika Utara. Pemberontak yang waktu itu menguasai Madinah tidak mempunyai pilihan lain selain Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah, waktu itu Ali berusaha menolak, tetapi Zubair bin Awwam dan Talhah bin Ubaidillah memaksa beliau, sehingga akhirnya Ali menerima bai’at mereka. Menjadikan Ali satu-satunya Khalifah yang dibai’at secara massal, karena khalifah sebelumnya dipilih melalui cara yang berbeda-beda.

Sebagai Khalifah ke-4 yang memerintah selama sekitar 5 tahun. Masa pemerintahannya mewarisi kekacauan yang terjadi saat masa pemerintah Khalifah sebelumnya, Utsman bin Affan. Untuk pertama kalinya perang saudara antara umat Muslim terjadi saat masa pemerintahannya, Perang Jamal. 20.000 pasukan pimpinan Ali melawan 30.000 pasukan pimpinan Zubair bin Awwam, Talhah bin Ubaidillah, dan Ummul mu’minin Aisyah binti Abu Bakar, janda Rasulullah. Perang tersebut dimenangkan oleh pihak Ali.

Peristiwa pembunuhan Khalifah Utsman bin Affan yang menurut berbagai kalangan waktu itu kurang dapat diselesaikan karena fitnah yang sudah terlanjur meluas dan sudah diisyaratkan (akan terjadi) oleh Nabi Muhammad SAW ketika beliau masih hidup, dan diperparah oleh hasutan-hasutan para pembangkang yang ada sejak zaman Utsman bin Affan, menyebabkan perpecahan di kalangan kaum muslim sehingga menyebabkan perang tersebut. Tidak hanya selesai di situ, konflik berkepanjangan terjadi hingga akhir pemerintahannya. Perang Shiffin yang melemahkan kekhalifannya juga berawal dari masalah tersebut.

Ali bin Abi Thalib, seseorang yang memiliki kecakapan dalam bidang militer dan strategi perang, mengalami kesulitan dalam administrasi negara karena kekacauan luar biasa yang ditinggalkan pemerintahan sebelumya. Ia meninggal di usia 63 tahun karena pembunuhan oleh Abdrrahman bin Muljam, seseorang yang berasal dari golongan Khawarij (pembangkang) saat mengimami shalat subuh di masjid Kufah, pada tanggal 19 Ramadhan, dan Ali menghembuskan nafas terakhirnya pada tanggal 21 Ramadhan tahun 40 Hijriyah. Ali dikuburkan secara rahasia di Najaf, bahkan ada beberapa riwayat yang menyatakan bahwa ia dikubur di tempat lain.
Didahului oleh:
Utsman bin Affan Khalifah (Sunni) tahun 656–661 Digantikan oleh:
Muawiyah I
Didahului oleh:
Muhammad Imam Syi’ah (Syi’ah) tahun 632–661 Digantikan oleh:
Hasan bin Ali
[sunting] Keturunan
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Keturunan Ali bin Abi Thalib

Ali memiliki delapan istri setelah meninggalnya Fatimah az-Zahra[1] dan memiliki keseluruhan 36 orang anak. Dua anak laki-lakinya yang terkenal, lahir dari anak Nabi Muhammad, Fatimah, adalah Hasan dan Husain.

Keturunan Ali melalui Fatimah dikenal dengan Syarif atau Sayyid, yang merupakan gelar kehormatan dalam Bahasa Arab, Syarif berarti bangsawan dan Sayyed berarti tuan. Sebagai keturunan langsung dari Muhammad, mereka dihormati oleh Sunni dan Syi’ah.

Menurut riwayat, Ali bin Abi Thalib memiliki 36 orang anak yang terdiri dari 18 anak laki-laki dan 18 anak perempuan. Sampai saat ini keturunan itu masih tersebar, dan dikenal dengan Alawiyin atau Alawiyah. Sampai saat ini keturunan Ali bin Abi Thalib kerap digelari Sayyid.
Anak laki-laki Anak perempuan
Hasan al-Mujtaba Zainab al-Kubra
Husain asy-Syahid Zainab al-Sughra
Muhammad bin al-Hanafiah Ummu Kaltsum
Abbas al-Akbar (dijuluki Abu Fadl) Ramlah al-Kubra
Abdullah al-Akbar Ramlah al-Sughra
Ja’far al-Akbar Nafisah
Utsman al-Akbar Ruqaiyah al-Sughra
Muhammad al-Ashghar Ruqaiyah al-Kubra
Abdullah al-Ashghar Maimunah
Abdullah (yang dijuluki Abu Ali) Zainab al-Sughra
‘Aun Ummu Hani
Yahya Fathimah al-Sughra
Muhammad al-Ausath Umamah
Utsman al-Ashghar Khadijah al-Sughra
Abbas al-Ashghar Ummu al-Hasan
Ja’far al-Ashghar Ummu Salamah
Umar al-Ashghar Hamamah
Umar al-Akbar Ummu Kiram
[sunting] Lihat pula

* Fatimah az-Zahra
* Rabithah Alawiyah
* Ahlul Bait
* Sayyid

[sunting] Referensi

1. ^ The Life of Hadrat Ali

[sunting] Pranala luar

* Ali bin Abi Talib oleh I. K. Poonawala dan E. Kohlberg dalam Encyclopedia Iranica
* Ali, artikel pada Enyclopaedia Britannica Online

[sunting] Beberapa surat dab kotbah Ali yang sangat terkenal

* Imam Ali ibn Abi Talib Nahjul Balagha
* Order to Maalik al-Ashtar, governor of Egypt (UN Legal Committee, member states voted that the document should be considered as one of the sources of International Law.) The United Nation and Imam Ali’s Constitution
* A advice ti his son Hasan ib Ali (This letter contains ethical advisement)
* 185 Sermon about the Oneness of Allah

[sunting] Biografi Sunni

* Biography from USC’s MSA website

[sunting] Biografi Syiah

* The Life of the Commander of the Faithful Ali b. Abu Talib by Shaykh Mufid in Kitab al-Irshad
* The Commander of the Faithful: ‘Ali ibn Abi Talib
* Website devoted to the Life of Imam Ali ibn Abi Talib
* Imam Ali ibn Abi Talib
* The Last Will of Ali ibn Abi Talib
* Alavi Bohras – The Walaayat and Love for Maulaa ‘Ali

Senin, 1 Februari 2010
Sarie – Okezone
China internet

LONDON – Pemerintah China ternyata tidak hanya mengincar jaringan internet milik perusahaan besar AS tapi juga perusahaan besar di Inggris. Fakta ini diungkap setelah dokumen rahasia milik MI5 beredar.

Dilansir melalui Big News Network, Senin (1/2/2010), harian Sunday Times menuliskan beberapa bocoran dari dokumen rahasia milik Military Intelegence Section 5 (MI5).

Di antarnya adalah dugaan adanya mata-mata dari militer China yang menggunakan akses melalui jaringan internet yang digunakan para pengusaha Inggris. Para pebisnis tersebut diiming-imingi email spam, bahkan pemberian barang berupa kamera maupun perangkat memori yang telah berisikan bugs.

Bugs tersebut nantinya akan dijadikan alat oleh pihak China untuk mengontrol perangkat milik pengusaha tersebut, dan akan mengambil informasi yang ada di dalamnya. Dalam laporan tersebut, MI5 juga menyebutkan bahwa kegiatan mata-mata yang dilakukan China ini cukup signifikan mengancam keamanan Inggris.

Dokumen setebal 14 halaman itu ditulis oleh pusat perlindungan infrastuktur nasional MI5 berisi kumpulan sasaran aksi hacking yang dilakukan oleh China terhadap pertahanan dan keamanan Inggris, termasuk institusi dibidang energi, komunikasi dan manufaktur. (srn)

Thursday, 28 January 2010

Departemen Intelijen menjelaskan kerusuhan dan konspirasi berencana di Iran. “Ada lembaga khusus untuk menciptakan fitnah di hari Asyura, yang dimulai dari pernyataan-pernyataan kelompok penebar fitnah pada pemakaman jenazah Ayatollah Muntazeri di Qom dan dipublikasikan di situs-situs,” jelas pejabat Departemen Intelijen.

Ia menambahkan, “Mir Hossein Mousavi, kandidat presiden yang kalah dalam pilpres, juga mengeluarkan pernyataan-pernyataan di Facebook dan memprovokasi masyarakat. Jika halaman Facebook ini bukan milik Mousavi, maka Mousavi harus mengeluarkan pernyataan resmi bahwa halaman Facebook itu bukan miliknya.”

“Semua pihak yang mengunjungi halaman Facebook itu, akan melihat pernyataan tendensius Mousavi. Sejumlah pihak yang terlibat dalam kerusuhan Hari Asyura beralasan dengan seruan Mousavi di Facebook,” jelas pejabat Departemen Intelijen Iran.

Pejabat Departemen Intelijen yang juga mengaku sebagai Deputi Menteri Intelijen Iran itu juga menjelaskan, “Sazgar dan Nouri Zadeh di Televisi BBC dan VOA Bahasa Persia menyerukan para pemirsa supaya berpartisipasi dalam kerusuhan Hari Asyura.”

Menurut keterangan pejabat Departemen Intelijen, kelompok Bahai dan kelompok-kelompok separatis juga menyerukan masyarakat supaya berpartisipasi dalam kerusuhan Hari Asyura. Sebagian besar perusuh yang ditanngkap, berasal dari kelompok-kelompok tersebut.”

Deputi Menlu Intelijen Iran juga mengkonfirmasikan bahwa pihaknya berhasil mengidentifikasi salah-satu pembisik kelompok fitnah yang banyak mempengaruhi langkah-langkah Mousavi. Dikatakannya, “Salah satu penasehat dekat Mousavi mempunyai hubungan dengan intelijen asing. Penasehat itu juga mengirimkan informasi-informasi ke luar negeri. Bahkan orang yang bersangkutan ini menaruh alat spionase pada Mousavi.” Dikatakannya, “Orang yang bersangkutan ini kini ditahan, dan alat spionase itu juga diamankan sebagai tanda bukti.”

Menurut pengakuan penasehat itu, Mousavi mempunyai tim khusus yang bernama kelompok Jerman. Kelompok ini terdiri dari para lulusan Jerman yang juga mempunyai misi untuk mensosialisasikan budaya negara ini di Iran.”

Dalam kesempatan tersebut, Deputi Menteri Intelijen Iran itu menyinggung seorang perempuan asal Iran yang mempunyai beberapa paspor Eropa. Ia menjelaskan, “Perempuan ini masuk ke Iran setelah pemilu dan sebelum kerusuhan, bahkan mempunyai hubungan dengan para preman yang kemudian dimanfaatkan menjadi perusuh pasca pemilu.” Ia menambahkan, “Dalam pemeriksaan di rumah perempuan ini ditemukan 200 tanda bukti pembayaran transaksi emas dan perhiasan. Emas dan perhiasan itu dihadiahkan kepada para perusuh, yang dijadikan sebagai sokongan tidak langsung bagi mereka.”

Menurut penjelasan lebih lanjut Departemen Intelejen Iran, perempuan itu berumur 44 tahun dan berstatus tidak menikah. Disebutkan pula, perempuan yang juga dalang kerusuhan-kerusuhan di Iran, sering bepergian ke luar negeri dan berhubungan dengan kelompok Royal Association of Iran.

Seraya menyinggung bahwa perempuan ini pernah mempunyai hubungan dengan salah satu diplomat Eropa dalam urusan mengirim dan membawa narkotika, pajabat Departemen Intelejen juga menjelaskan, “Perempuan ini selalu ada di pelbagai tempat kerusuhan dengan membawa kamera yang cukup canggih. Sangatlah jelas bahwa ia mempunyai hubungan dengan badan intelijen asing.” Ditambahkannya, “Ketika rumah perempuan ini digeledah, sebuah alat canggih ditemukan. Alat itu digunakan untuk mengirim hasil-hasil rekaman video ke Eropa.”

“Sekarang, perempuan ini bersama empat orang lainnya mendekam di tahanan,” demikian ungkap pejabat itu. 16:09:51


Sebuah laporan oleh televisi Venezuela, Karakas memiliki sejumlah informasi militer yang menegaskan bahwa gempa bumi baru-baru ini di Haiti akibat dari aksi percobaan Washington memaksakan seri baru gempa bumi buatan. Menurut sumber di Kementerian Pertahanan Rusia, gempa bumi di Haiti dimungkinkan hasil dari percobaan senjata Nuklir AS yang baru.

Pada saat AS mengirim ribuan pasukan ke Haiti, surat kabar “Gazeta” yang terbit di Moskow, dari seorang di Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, gempa Haiti mungkin disebabkan percobaan “gaya seismik” oleh Departemen Perang U. S.

Pentagon sesuai sumber militer Rusia, telah berupaya sejak tahun dua ribu tiga untuk memverifikasi efektivitas “teknologi khusus”, dimana memungkinkan timbulkan efek kerak bumi. Sebuah ledakan kuat di bawah permukaan tanah dapat menyebabkan gempa bumi.

Dalam konteks yang sama, sebuah laporan televisi Venezuela menyatakan, bahwa Karakas memiliki sejumlah informasi militer tentang gempa bumi yang menewaskan puluhan ribu di Haiti akibat aksi fantastis AS dalam menguji-coba senjata baru hingga sebabkan gempa dahsyat.
Menurut saluran “Vive TV”, dari pemerintah Venezuela, Gedung Putih bermaksud menggunakan senjata ini untuk menggulingkan rezim di Iran.

Informasi telah diperolehnya dari laporan badan militer di bawah Armada Utara Rusia yang melacak kegiatan Armada U.S keempat di Laut Karibia. Kata laporan televisi Rusia, Angkatan Laut Rusia kembali menjalankan patroli rutin di wilayah Karibia selama hampir dua tahun.

Saluran TV Venezuela mengutip laporan militer Rusia bahwa, Washington mengirim lebih dari dua puluh ribu pasukannya ke Haiti untuk menduduki negara ini setelah percobaan seismik.

Militer AS yang mendaratkan Pesawat di dekat istana kepresidenan Haiti akhir pekan lalu, tidak mengeluarkan komentar apapun tentang berita ini.

(almanar, 22/01-2010)

Rabu, 27/01/2010 17:38 WIB

Vera Farah Bararah – detikHealth
Jakarta, Hilangnya ayat tentang tembakau dalam UU Kesehatan sampai detik ini masih menjadi teka-teki. Meskipun belum diketahui dengan pasti siapa pelakunya, tapi industri rokok diduga ikut terlibat.

“Diperkirakan ada uang cukup banyak yang disalurkan ke sana dan siapa yang mengeluarkan dana ada kemungkinan dari industri rokok,” kata Dr Alex Papilaya, anggota Koalisi Anti Korupsi Ayat Rokok (KAKAR) dalam acara konferensi press Koalisi Anti Korupsi Ayat Rokok (KAKAR) di Hotel Mercure, Ancol, Rabu (27/1/2010).

Koalisi anti korupsi ayat rokok (KAKAR) adalah gabungan dari YLKI, Komnas Anak, ICW, Forum Warga Jakarta, TCSC-IAKMI, LM3 dan Koalisi untuk Indonesia Sehat.

KAKAR juga menyambut baik kesimpulan dari Badan Kehormatan (BK) DPR RI terkait dengan hilangnya ayat tembakau dalam Undang-Undang Kesehatan. Disimpulkan bahwa hilangnya ayat tersebut bukan karena kesalahan administratif.

“Ini menggambarkan bahwa hilangnya ayat tersebut karena ada faktor kesengajaan atau karena diskriminasi yang melibatkan pihak-pihak tertentu baik dari DPR atau pun dari Depkes,” ujar Tulus Abadi dari YLKI.

Hal ini dapat disimpulkan setelah BK meminta keterangan sejumlah pihak mulai dari Sekretaris Jenderal DPR, Inspektorat Jenderal Depkes hingga anggota DPR yang terlibat dalam proses penyusunan UU tersebut.

“Hilangnya ayat tembakau ini bisa jadi karena adanya anggota parlemen yang mengkhianati sumpahnya, berarti ada beberapa orang yang terlibat dalam upaya pengkhianatan konstitusi. Selayaknya mereka tidak kredibel lagi menjadi anggota yang terhormat,” ujar dr Hakim Sorimuda Pohan, mantan anggota DPR Komisi IX dan mantan anggota Pansus UU Kesehatan.

KAKAR menilai harus segera dicari tahu siapa anggota DPR dan pihak depkes yang terlibat dalam masalah ini, serta mencari tahu siapa yang mengeluarkan dana ini karena diperkirakan dana yang diserahkan tersebut cukup besar. Sampai saat ini kemungkinan sumber dana tersebut diduga berasal dari industri rokok.

Ayat 2 pasal 13 yang sempat hilang tersebut berbunyi: “Zat adiktif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi tembakau, produk yang mengandung tembakau padat, cairan dan gas yang bersifat adiktif yang penggunaannya dapat menimbulkan kerugian bagi dirinya dan/atau masyarakat sekelilingnya”.

dr Sudibyo Markus dari PP Muhammadiyah menuturkan yang berkepentingan untuk menghilangkan ayat ini adalah industri rokok. Karena itu masalah ini harus diusut hingga tuntas agar dapat diketahui dengan jelas siapa pelakunya.

“Kesimpulan yang menyatakan bahwa hilangnya ayat ini bukan karena kesalahan administrasi makin menguatkan dugaan dari Koalisi Anti Tembakau bahwa memang ada upaya sistematis untuk menghilangkan ayat tembakau tersebut dalam UU Kesehatan,” ujar dr Kartono Mohamad, Koordinator dari KAKAR.

Sebagai upaya untuk mencari kepastian hukum dari masalah ini, KAKAR akan mendesak pihak penegak hukum untuk ikut menuntaskan kasus dugaan penghilangan ayat tembakau ini. Direncanakan minggu depan KAKAR akan mengadukan kasus ini ke Mabes Polri.
(ver/ir)

Tulisan Sebelumnya »