Doa Muqotil Bin Sulaiman, Mantra Pamungkas


دعاء مقاتل بن سليمان: ذكره الكفعمي في البلد الأمين وقال: إنّ هذا الدّعاء رواهُ مقاتل بن سليمان عن
عليّ بن الحسين (ع) وهو:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

إِلهي كَيْفَ أَدْعُوكَ وَأَنا أَنا وَكَيْفَ أَقْطَعُ رَجائِي مِنْكَ وَأَنْتَ أَنْتَ إِلهي إِذا لَمْ أَسْأَلُكَ

فَتُعْطِني فَمَنْ ذَا الَّذِي أَسْئَلُهُ فَيعْطِيني إِلهي إِذا لَمْ أَدْعُوكَ فَتَسْتَجِيبَ لي

فَمَنْ ذَا الَّذِي أَدْعُوهُ فَيسْتَجِيبُ لي إِلهي إِذا لَمْ أَتَضَرَّعُ إِلَيْكَ فَتَرْحَمُني فَمَنْ ذَا

الَّذِي أَتَضَرَّعُ إِلَيْهِ فَيَرْحَمُني إِلهي فَكَما فَلَقْتَ البَحْرَ لِمُوسى عَلَيْهِ السَّلامُ

وَنَجَّيتَهُ أَسْأَلُكَ أَنْ تُصَلِّيَ عَلى مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَأَنْ تُنَجِّيَني مِمّا أَنَا فِيهِ وَتُفَرِّجَ عَنِّي

فَرَجاً عاجِلاً غَيْرَ اجِلٍ بِفَضْلِكَ وَرَحْمَتِكَ يا أَرْحَمَ الرّاحِمِينَ

Ilahi, bagaimana aku mampu memohon kepada-Mu, sementara aku adalah aku. Dan bagaimana aku bisa putuskan harapku dari-Mu, sementara Engkau adalah Engkau.

Ilahi, andaikan aku tidak memohon sesuatu kepada-Mu dan Engkau tetap kabulkan, adakah selain-Mu yang dapat memberiku bila ku pinta?

Ilahi, andaikan aku tidak berdoa kepada-Mu sedang Engkau Maha pengkabul doa, adakah selain-Mu yang dapat mengkabulkan doa-ku?

Ilahi, andaikan aku tidak menghadap kepada-Mu sedang Engkau Maha pengasih, adakah selain-Mu yang mampu mengasihiku saat menghadap?

Ilahi, sebagaimana Engkau pecahkan lautan untuk Musa as lalu Engkau selamatkan, aku memohon Engkau berkenan memberikan solawat kepada Muhamad dan keluargannya. Selamatkanlah aku dari apa-apa yang menderaku, dan lapangkanlah aku seluas-luasnya.
Demi kemurahan dan rahmat-Mu wahai Pengasih diantara pengasih..

Doa dibaca 100x sehabis solat fardhu.Bila dibaca dengan tulus tidak memberikan dampak positif bagi pemohonnya,maka kutuklah Muqotil!
Tapi, Ingat! kalau berharap terkabul sementara syarat doanya tidak dipenuhi, maka diri andalah yang harus dikutuk.

Muqotil seorang sahabat berkualitas. Talenta penerawangannya mampu menembus hijab/tirai-tirai langit yang paling tebal sekalipun.

Murid dan sahabat seorang Imam suci dari keluarga Nabi saw yang berhasil tercerahkan hatinya dan meng-eliksir dinamika kehidupan lewat lantunan doa-doa yang dipanjatkannya.

Satu diantara guid speritual menuju kampung-kampung perumahan Tuhan untuk diperkenankan mengetuk pintu RahmatNya dan bersedia dijadikan hambaNya.

Butir-butir mutiara indah dari kata-kata yang meluncur sejuk dari mulut Muqotil, memperjelas status kehambaan seorang hamba dihadapan Tuan dan Pemilik seluruh kekuatannya.

Bagaimana aku pantas memohon kepada-Mu sementara kekuasaanku ada ditangan-Mu?
Dan bagaimana aku harus menjauh dari-Mu, sementara selain-Mu tidak ada yang mampu menjadi tempat berteduhnya setiap harapan?

Meski, rahmat-Mu meliputi segala sesuatu, tapi karena diriku hanya sebongkah tubuh dengan sebutan hamba, mana mungkin aku bisa mengajukan permintaanku?
Pantaskah seorang hamba dengan lancangnya meminta apalagi menuntut sesuatu kepada Tuannya?

Dimanakah rasa maluku bila keinginan hatiku harus kuhadirkan dengan mengetuk pintu permohonan-Mu?
Sementara aku yakin tiada seorang pun selain-Mu yang pantas memberikan kasihnya kepada ku..

Dengan rasa bodoh atau sombongku, terkadang aku enggan atau bosan berdoa kepa-Mu karena dirasa lambat hasil pintaku, sementara diminta atau tidak, Engakau tetap Engkau yang selalu memberi bahkan tampa menanti untuk dimohon.

Kesejatian ke-hambaanku, dengan segala kebodohan dan kelemahannya, tak layak dipisahkan dari otoritas kekuasaan-Mu meski aku tak banyak tau tentang diri-Mu.

Ketak-berdayaanku demi menyelamatkan rasa buruk sangkaku, membuatku harus berlindung dibalik kekuatan orang yang cerdik merubah murka-Nya dengan senyum-Nya, yaitu, Muhamad dan keluarganya.

About these ads

Satu Tanggapan

  1. assalamualaiku.wr.wb

    malam pak, ni mw tanyak…
    apa cuma tu ayat,a… mksud,a ada g yang ayatnya jelas n mudah dibaca salah satunya ayat itu ada tanda bacanya ysng jls.

    mksh debulumnya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: