Menyanyi Membuang Sial

Ada pemandangan miris sekaligus lucu..haha..
Lagi ngabuburit sore hari cari mahrib menunggu azan tiba, tak sengaja mata saya menatap sebuah toko alat-alat musik yang mungkin sudah tiga-empat kali berganti profesi dari yang sebelumnya menjual Hp lalu Boneka dan sekarang alat-alat musik.

Barangkali pembaca sudah bisa menebak ya kondisi toko yang telah beralih usaha sekian kali, tentu karena mungkin usaha-usaha sebelumnya tidak begitu laku, sehingga harus memajang alat-alat musik sebagai modal usaha yang baru. Entah, usaha yang baru ini laku atau tidak, yang pasti toko tersebut saat itu tengah mengadakan konser kecil di depannya, dan tidak ada penonton tidak ada yang peduli juga dari orang-orang yang lewat di jalan itu. Kalau sebuah pasar ada yang disebut, pasar tiban atau dadakan, mungkin pemilik toko mengambil konsep yang sama dengan nama itu. ‘konser tiban’. Lucu ya kedengarannya. Biasah lah promosi suka-suka dia saja..mau konser tiban, wayang golek tiban, orkes tiban sampai maulud tiban..modus belaka dan hak masing-masing..

Namun, dibalik apa yang saya saksikan, ada sesuatu yang menurut saya menyedihkan sekali. Ternyata, group konser menampilkan anak-anak muda mudi sebagai anak-anak ben entah dari daerah mana, dengan pose jilbabnya sejumlah penyanyi yang nampaknya silih berganti melantunkan lagu-lagu yang jarang terdengar di tv atau media elektronik lainnya. Mengapa menyedihkan? Anda bisa bayangkan, ketika seorang wanita berjilbab harus tampil penuh dengan busana islamnya, di pinggir jalan raya, di bulan puasa, menjelang mahrib, menghibur pejalan bukan penonton, dan tentu demi meraup rupiah dari owner toko itu biar identitas toko lebih terlihat dan tidak mengalami nasib yang sama seperti pendahulunya. Kehormatan yang mana yang sedang dipertahankan?

Terlalu jauh kalau titik sorotan saya pada busana, feminitas yang akrab dengan kesantunan hilang seketika. Lebih-lebih tampil berbusana islami yang sejatinya membalut kesantunan dengan kemuliaan yang datang dari Yang Maha Mulia. Soal boleh tidaknya wanita menyanyi layak tidaknya seorang perempuan ikut berpartisipasi dalam dunia musik, debatable area. Menyanyi dan musik urusan bakat bisa juga job bukan wilayah agama dan etika. Menjadi bagian sorotan agama atau etika ketika seni menampilkan wajah bertopeng tidak asli, sehingga kesantunan, keanggunan, kehormatan dan yang terparah nilai kepribadiannya terjual dengan sangat murahnya.

Karena kebutuhan, mempertahnkan hidup, pingin tenar (parah lagi), broken home dan lain-lain..menjadi alasan kalangan feminim menjual apa yang menurut pasar laku dijual dari kekayaan alam dirinya. Haruskah seorang wanita kehilangan jati diri dan menjadi alat tukar kepentingan konsumerisme disemua level kebutuhan dunia usaha? apa tidak miris melihatnya? apa yang akan diterima kelak oleh generasi setelah mereka?

Tertatap pemandangan seperti itu, rasanya perut saya kenyang sebelum tiba waktu mahrib. Para orang tua harus lebih berhati-hati menjaga anak-anaknya karena dijaman serba instan ini semua dapat diperoleh dengan mudah dan cepat. Apalagi dengan iming-iming imbalan dan ketenaran. Hidupkan selalu rumah kalian dengan pembelajaran ayat-ayat suci alQuran dan didiklah anak-anak dengan mengenal dan mencintai keluarga Nabi yang patut menjadi tauladan sejati. Di Israel, anak-anak sudah menjalani pendidikan bahkan saat mereka masih di perut ibunya. Para ibu secara rutin dan teekun mengajaknya berkomunikasi layaknya ia ada didepan matanya. Mengajarinya menyanyi dan matematika. Benar apa yang dikatakan alQuran bahwa bangsa Yahudi memiliki keunggulan dalam nalar mereka. Islam membimbing para orang tua agar mengenalkan anak-anak mereka kepada keluarga Nabi, tentu, karena hanya ditangan mereka bangsa Yahudi kelak akan mengalami kekalahan.

Prof. Azyumardi Azra: Syi’ah Saudara Kita

3 July, 2015 in Berita, Dunia Islam, Ukhuwah

Akibat arus deras Wahabisme global, dunia pun terjangkit virus ekstremisme dan takfirisme. Tak terkecuali Indonesia. Isu-isu sektarian Sunni-Syiah disebarkan untuk memecah-belah kesatuan bangsa.

Hal ini disoroti Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Azyumardi Azra dalam kajian TITIK-TEMU Ke-31 Nurcholish Madjid Society (NCMS) yang mengangkat tema “Kebangkitan Kedua Umat Islam: Jalan Menuju Kemuliaan”, Kamis (2/7).

Saat menjelaskan pentingnya paradigma keberagamaan moderat sebagai prasyarat kebangkitan Islam, Azyumardi menceritakan bahwa ia banyak bertemu orang yang terpapar virus takfirisme sektarian yang selalu berusaha mengadu-domba Sunni vs Syiah.

“Saya sering diingatkan kalau kita harus hati-hati pada penyebaran Syiah. Saya bilang, kenapa Anda takut pada Syiah? Syiah itu saudara kita,” ujar Azyumardi.

“Saya juga oleh beberapa orang disebut pembela Syiah, bahkan saya ini dituduh Syiah,” tutur Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah ini.

“Saya bilang so what? Kalau Syiah apa salahnya? Tak ada yang salah dengan Syiah.”

“Tentu yang saya maksud itu Syiah yang mainstream. Syiah Itsna Asy’ariyah. Kalau Syiah yang ekstrem, yang takfiri, ya ada. Tapi jangan nilai kelompok agama dari yang ekstrem-ekstrem itu. Karena dalam Sunni juga ada yang ekstrem, yang takfiri. Sama halnya orang Islam yang gak setuju sedikit-sedikit kafir. Seperti ISIS itu kan?”

Menurut Azyumardi banyak sekali prasangka buruk berdasarkan pemikiran ekstrem baik di Sunni maupun di Syiah yang memecah ukhuwah umat Islam.

“Banyak prasangka seperti itu yang berdasarkan pemikiran Sunni-Syiah ekstrem. Jadi jangan ambil yang ekstrem. Ambil jalan tengah, yang moderat,” pesan Azyumardi. (Muhammad/Yudhi)

(Azyumardi-Azra-660x330http://www.ahlulbaitindonesia.or.id/berita/prof-azyumardi-azra-syiah-saudara-kita/?utm_campaign=shareaholic&utm_medium=facebook&utm_source=social)

Suasana Peringatan Hari Internasional al Quds di Khasmir

July 11, 2015 – 11:01 PM

Hari Internasional al Quds adalah hari Jum’at terakhir di bulan Ramadhan yang ditetapkan oleh Imam Khomeini sebagai hari turun ke jalan untuk melakukan aksi unjuk rasa menentang keberadaan Israel dan memberikan dukungan kepada rakyat Palestina. Dalam perkembangan selanjutnya peringatan hari al Quds tidak hanya dilakukan di Iran, namun juga disejumlah negara-negara muslim termasuk disejumlah negara di Eropa dan Amerika.

Menurut Kantor Berita ABNA, semua lapisan masyarakat Khasmir di jalan-jalan utama, masjid dan di tanah lapang Jum’at [10/7] dalam aksi memperingati Hari Internasional al Quds yang diperingati setiap hari Jum’at terakhir di bulan Ramadhan, atas prakarsa Imam Khomeini, pendiri Republik Islam Iran.

Dalam aksi unjuk rasa tersebut, ribuan demonstran yang dalam kondisi berpuasa, meneriakkan yel-yel kecaman dan penentangan terhadap kezaliman rezim Zionis terhadap rakyat Palestina. Amerika Serikat dan Inggris juga tidak luput dari kecaman mereka, sebab kedua negara adidaya tersebut disebut sebagai pihak yang paling bertanggungjawab akan menguatnya eksitensi rezim Zionis di Timur Tengah, tepatnya di jantung negara Palestina. Termasuk bungkamnya kedua negara tersebut bahkan membenarkan tindakan-tindakan anti kemanusiaan yang kerap dilakukan Israel atas Palestina.

Berikut aksi unjuk rasa memperingati Hari Internasional al Quds pada Jum’at [10/7] yang terselenggara di sejumlah kota di Khasmir India. Ribuan demonstran mengibarkan bendera Palestina, membawa spanduk dan kertas-kertas yang bertuliskan dukungan terhadap Palestina dan kecaman terhadap kezaliman rezim Zionis. Sebagian demonstran juga membawa bendera Israel untuk kemudian dibakar atau diinjak-injak sebagai simbol kegeraman mereka akan kekejaman Israel terhadap rakyat tertindas Palestina.

http://en.abna24.com/service/pictorial/archive/2015/07/11/700342/story.html

Mutiara Hadist Imam Muhammad Al-Baqir as.

Kuwasiatkan lima hal kepadamu:

[1.] jika engkau dizalimi, jangan berbuat zalim,
[2.] jika mereka mengkhianatimu, janganlah engkau berkhianat,
[3.] jika engkau dianggap pembohong, janganlah marah,
[4.] jika engkau dipuji, janganlah gembira, dan,
[5.] jika engkau dicela, kontrollah dirimu”.

2. “Alangkah mungkin orang yang tamak kepada dunia akan mendapatkannya di dunia. Akan tetapi, ketika ia mendapatkan seluruhnya, dunia itu akan menjadi bala` baginya dan ia menjadi sengsara karenanya. Dan alangkah mungkin seorang membenci urusan akhirat. Akan tetapi, ia dapat menggapainya kemudian dan ia hidup bahagia karenanya”.

3. “Tiada keutamaan seperti jihad dan tiada jihad seperti menentang hawa nafsu”.

4. “Ambillah nasihat baik dari orang yang mengucapkannya meskipun ia tidak mengamalkannya”.

5. “(Jika sesuatu digabung dengan yang lain), tidak ada gabungan yang lebih indah dari kesabaran yang digabung dengan ilmu”.

6. “Kesempurnaan yang paling sempurna adalah tafakkuh (mendalami) agama, sabar menghadapi musibah dan ekonomis dalam mengeluarkan biaya hidup”.

7. “Tiga hal adalah kemuliaan dunia dan akhirat: memaafkan orang yang menzalimimu, menyambung tali persaudaraan terhadap orang yang memutuskannya, dan sabar ketika engkau diperlakukan sebagai orang bodoh”.

8. “Sesungguhnya Allah membenci seseorang yang meminta-minta kepada orang lain berkenaan dengan kebutuhannya, dan menyukai hal itu (jika ia meminta kepada)-Nya. Sesungguhnya Ia suka untuk diminta setiap yang dimiliki-Nya”.

9. “Seorang alim yang dapat dimanfaatkan ilmunya lebih utama dari tujuh puluh ribu ‘abid”.

10. “Seorang hamba bisa dikatakan alim jika ia tidak iri kepada orang yang berada di atasnya dan tidak menghina orang yang berada di bawahnya”.

11. “Jika mulut seseorang berkata jujur, maka perilakunya akan bersih, jika niatnya baik, maka rezekinya akan ditambah, dan jika ia berbuat baik kepada keluarganya, maka umurnya akan ditambah”.

12. “Janganlah malas dan suka marah, karena keduanya adalah kunci segala keburukan. Barang siapa yang malas, ia tidak akan dapat melaksanakan hak (orang lain), dan barang siapa yang suka marah, maka ia tidak akan sabar mengemban kebenaran”.

13. “Orang yang paling menyesal di hari kiamat adalah orang yang berbicara keadilan dan ia sendiri tidak melaksanakannya”.

14. “Silaturahmi dapat membersihkan amalan, memperbanyak harta, menghindarkan bala`, mempermudah hisab (di hari kiamat) dan menunda ajal tiba”.

15. “Ucapkanlah kepada orang lain kata-kata terbaik yang kalian senang jika mereka mengatakan itu kepadamu”.

16. “Allah akan memberikan hadiah bala` kepada hamba-Nya yang mukmin sebagaimana orang yang bepergian akan selalu membawa hadiah bagi keluarganya, dan menjaganya dari (godaan) dunia sebagaimana seorang dokter menjaga orang yang sakit”.

17. “Bersikaplah wara’, berusahalah selalu, jujurlah, dan berikanlah amanat kepada orangnya, baik ia adalah orang baik maupun orang fasik. Seandainya pembunuh Ali bin Abi Thalib a.s. menitipkan amanat kepadaku, niscaya akan kuberikan kepadanya”.

18. “Ghibah adalah engkau membicarakan aib (yang dimiliki oleh saudaramu) yang Allah telah menutupnya (sehingga tidak diketahui oleh orang lain), dan menuduh adalah engkau membicarakan aib yang tidak dimiliki olehnya”.

19. “Allah membenci pencela yang tidak memiliki harga diri”.

20. “(Engkau dapat dikatakan rendah hati jika) engkau rela duduk di sebuah majelis yang lebih rendah dari kedudukanmu, mengucapkan salam kepada orang yang kau jumpai, dan menghindari debat meskipun engkau benar”.

21. “Ibadah yang terbaik adalah menjaga perut dan kemaluan”.

22. “Tidak akan bermaksiat kepada Allah orang yang mengenal-Nya”.

23. “Ketika Allah menciptakan akal, Ia berfirman kepadanya: “Kemarilah!” Ia pun menghadap. Ia berfirman kembali: “Mundurlah!” Ia pun mundur. Kemudian Ia berfirman: “Demi kemuliaan dan keagungan-Ku, Aku tidak pernah menciptakan makhluk yang lebih Kucintai darimu, dan Aku tidak akan menyempurnakanmu kecuali bagi orang yang Kucintai. Semua perintah, larangan, siksa dan pahala-Ku tertuju kepadamu”.

24. “Sesungguhnya Allah akan menghisab hamba-hamba-Nya pada hari kiamat sesuai dengan kadar akal yang telah dianugerahkan kepada mereka di dunia.”

25. “Sesungguhnya pahala orang yang mengajarkan ilmu adalah seperti pahala orang yang belajar darinya, dan ia masih memiliki kelebihan darinya. Oleh karena itu, pelajarilah ilmu dari ahlinya dan ajarkanlah kepada saudara-saudaramu sebagaimana ulama telah mengajarkannya kepadamu”.

26. “Barang siapa yang mengeluarkan fatwa tanpa ilmu yang cukup, maka ia akan dilaknat oleh malaikat rahmat dan azab serta dosa orang yang mengamalkan fatwanya akan dipikul olehnya”.

27. “Orang yang mencari ilmu dengan tujuan mendebat ulama (lain), mempermalukan orang-orang bodoh atau mencari perhatian manusia, maka bersiap-siaplah untuk menempati neraka. Kepemimpinan tidak berhak dimiliki kecuali oleh ahlinya”.

28. “Faqih yang sebenarnya adalah orang yang zahid terhadap dunia, rindu akhirat dan berpegang teguh kepada sunnah Rasulullah SAWW”.

29. “Sesungguhnya Allah azza wa jalla menyukai orang-orang yang suka bergurau dengan orang lain dengan syarat tanpa cela-mencela”.

30. “Tiga kriteria yang penyandangnya tidak akan meninggal dunia kecuali ia telah merasakan siksanya: kezaliman, memutuskan tali silaturahmi dan bersumpah bohong, yang dengan sumpah tersebut berarti ia telah berperang melawan Allah”.

31. “Sesuatu yang paling utama di sisi Allah adalah engkau meminta segala yang dimiliki-Nya”.

32. “Demi Allah, seorang hamba tidak berdoa kepada-Nya terus menerus kecuali Ia akan mengabulkannya”.

33. “Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang banyak berdoa. Oleh karena itu, berdoalah pada waktu ashar hingga matahari terbit, karena pada waktu itu pintu-pintu langit terbuka, rezeki-rezeki dibagikan dan hajat-hajat penting dikabulkan”

34. “Doa yang paling cepat dikabulkan adalah doa seorang hamba untuk saudaranya tanpa sepengetahuannya”.

35. “Semua mata pasti akan menangis pada hari kiamat kecuali tiga mata: mata yang bangun malam di jalan Allah, mata yang menangis karena takut kepada-Nya dan mata yang tidak pernah melihat hal-hal yang diharamkan oleh Allah”.

36. “Perumpamaan orang yang tamak bagaikan ulat sutra. Ketika sutra yang melilitnya bertambah banyak, sangat jauh kemungkinan baginya untuk bisa keluar sehingga ia akan mati kesedihan di dalam sarangnya sendiri”.

37. “Hamba yang paling celaka adalah hamba yang berwajah dan bermulut dua; ia memuji saudaranya di hadapannya dan menghibahnya di belakangnya, jika saudaranya itu dianugerahi nikmat, ia iri dan jika ia ditimpa musibah, ia menghinanya”.

38. “Wilayah kami tidak akan digapai kecuali dengan amal saleh dan wara’.

Studi: Irlandia, Negara Paling Islami Di Dunia

WASHINGTON DC, KOMPAS.com

Hossein Askari, seorang guru besar politik dan bisnis internasional di Universitas George Washington, AS, melakukan sebuah studi yang unik.

Askari melakukan studi untuk mengetahui di negara manakah di dunia ini nilai-nilai Islam paling banyak diaplikasikan. Hasil penelitian Askari yang meliputi 208 negara itu ternyata sangat mengejutkan karena tak satu pun negara Islam menduduki peringkat 25 besar.

Dari studi itu, Askari mendapatkan Irlandia, Denmark, Luksemburg, dan Selandia Baru sebagai negara lima besar yang paling Islami di dunia. Negara-negara lain yang menurut Askari justru menerapkan ajalan Islam paling nyata adalah Swedia, Singapura, Finlandia, Norwegia, dan Belgia.

Lalu, bagaimana dengan negara-negara Islam? Malaysia hanya menempati peringkat ke-33. Sementara itu, negara Islam lain di posisi 50 besar adalah Kuwait di peringkat ke-48, sedangkan Arab Saudi di posisi ke-91 dan Qatar ke-111.

Berdasarkan hasil penelitiannya, Askari mengatakan, kebanyakan negara Islam menggunakan agama sebagai instrumen untuk mengendalikan negara.

“Kami menggarisbawahi bahwa banyak negara yang mengakui diri Islami tetapi justru kerap berbuat tidak adil, korup, dan terbelakang. Faktanya mereka sama sekali tidak Islami,” ujar Askari.

Askari menambahkan, justru negara-negara Barat yang merefleksikan ajaran Islam, termasuk dalam pengembangan perekonomiannya.

“Jika sebuah negara memiliki ciri-ciri tak ada pemilihan, korup, opresif, memiliki pemimpin yang tak adil, tak ada kebebasan, kesenjangan sosial yang besar, tak mengedepankan dialog dan rekonsiliasi, negara itu tidak menunjukkan ciri-ciri Islami,” lanjut Askari.

Dalam melakukan penelitiannya, Askari mencoba membandingkan idealisme Islam dalam hal pencapaian ekonomi, pemerintahan, hak rakyat dan hak politik, serta hubungan internasional.
Hasil penelitian Profesor Askari dan Profesor Scheherazade S Rehman ini dipublikasikan dalam Global Economy Journal.

Di Irlandia, diperkirakan sebanyak 49.000 warganya memeluk Islam. Dr Ali Selim, anggota senior Pusat Kebudayaan Islam Irlandia (ICCI), mengatakan, umat Muslim dan warga Irlandia lainnya bisa hidup berdampingan karena sama-sama memiliki kesamaan sejarah.

“Irlandia pernah menjadi wilayah jajahan dan banyak rakyat Irlandia menderita diskriminasi rasial dan selalu diasosiasikan dengan terorisme. Umat Muslim juga mengalami hal serupa,” ujar Selim.

Selain itu, lanjut Selim, para imigran Muslim di Irlandia mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengembangkan diri, termasuk dalam bidang ekonomi.

“Al Quran menganjurkan umat Muslim untuk hidup sejahtera dan Dublin merupakan salah satu pusat investasi Islam terbesar di Eropa,” ujar Selim.

(http://internasional.kompas.com/read/2014/06/10/2151008/Studi.Irlandia.Negara.Paling.Islami.di.Dunia)

SYIRINA PENGANTIN MILITAN

(cerita patriotik pengantin baru wanita peneguk cawan syahadah)
Posted on 16 September 2009 by Alwi M
Di sebuah desa terpencil di Palestina,hidup seorang lelaki bernama Jasim. Pemuda biasa yang tidak tersosialisasi dalam lingkungan agama secara kultural maupun ideologikal. Event-event keagamaan tidak pernah menjumpai sosok Jasim dibalik kegagahannya yang penting diperhitungkan diskala agamis sebuah negara pergerakan seperti Palestina.

Hari-harinya ia lewati seperti halnya orang lain menjalani kehidupan dengan memenuhi semua kebutuhan yang menjadi syarat kelangsungannya. Meski tak seorang diri,ia jarang berbagi pengalaman dan pandangan kepada orang lain. Ada keunikan tersendiri di sosok pendiam ini.

Tidak semua orang di sekitar desa yang ia tempati mengenalnya. Yang mengetahuinya karena nama atau pernah mengenalnya,tidak banyak mengerti pribadi asing ini. Hanya teman-teman dekatnya yang selalu bersamanya dalam suka dan duka.

Keterasingannya dari dunia agama tidak lantas membuatnya jauh dari kemauan agama. Pergumulannya dilingkungan bebas tidak pula memanjakan hasrat ketakpedulian. Dia tidak mengenal baca tulis Quran sepandai rata-rata muslim lain yang hidup dilingkungan islami atau arabi.

Dari semua buku sejarah yang pernah ia lalap,tak ada yang memengarui jiwanya sebesar semangat sengatan-sengatan Syahadah yang memikat hatinya. Dari perwatakan yang sudah sering diamati sejumlah teman-temannya,ia lebih nyaman melamunkan Reformasi ketimbang tersekab tekanan-tekanan pendudukan asing yang kian hari kian merayap. Dan tidak tau kapan akan berakhir.

Sejak remaja hingga benar-benar menjadi seorang pemuda,hanya perubahan dan kedamaian yang dicita-citakan meski harus ditebus seribu nyawa. Si musafir dari kehidupan agama,tidak membiarkan diri,lingkungan dan negaranya tersapu kaki-kaki gajah Zionis sepetak pun. Meski tidak pernah memaknai cita-cita dan semangatnya bagian dari pemikiran langit,namun ia benar-benar tau,untuk sebuah negara tertindas bertahun-tahun generasi ke generasi,militansi pemikiran masih memiliki lebih besar ruang keterlibatan dari pada agama pemikiran yang lebih didominasi perselisihan dan pertikaian.

Pandangannya yang sederhana membuatnya berani mewujudkan cita-citanya dengan keinginannya melakukan pengeboman dengan cara membawa bahan-bahan peledak yang dililitkan keseluruh tubuhnya,guna diledakkan di centra camp Zionis. Merasa dibesarkan keberanian harus mensikapi para biadab,serta glontoran dukungan teman-teman sebayanya yang benar-benar melihatnya satu pemuda seribu semangat,ia memutuskan untuk segera mempersiapkan segalanya untuk segera dilaksanakan.

Belum juga terlaksana,tiba-tiba panggilan hatinya terusik seorang wanita yang ingin berkenalan dengannya. Dengan berat hati ia terima wanita itu sebagai temannya. Waktu semakin dirasa mengejarnya. Dua hari sebelum waktu yang telah ditentukan untuk aksi operasinya,perempuan yang baru ia mengenalnya,memintanya menikahinya.

Ia merasa heran..Dan akhirnya,permintaannya pun ia tolak. Anehnya,bukan merah muka karena malu yang diterima si wanita itu,melainkan ia mencoba memaksa. Jasim bersikeras menolak dengan memberikan alasan perjuangan yang harus ia prioritaskan. Tapi,diluar dugaan Jasim,wanita itu malah membantahnya dengan mengatakan: “Apakah kamu ingin menghadapi kematian dengan separuh agamamu ?”. Maksudnya apa? Tanya Jasim mulai penasaran. “Seseorang baik lelaki maupun perempuan yang belum menjalani pernikahan,ia hanya hidup setengah iman,tidak kah sia-sia keberanianmu mengakhiri separuh hidupmu yang lain?” Jawab wanitu itu tegas.

Pemuda berani ini hanya termenung pilu. Meski tekadnya kelewat membara,tapi masih cukup rentan dirembasi misiu-misiu pencerahan yang dicoba dipahaminya semakin memuliakan nilai kesyahidan yang ia dambakan.

Karena hasrat yang terpatri dalam jiwanya terasa kian tak terbendung,sementara kematian termulya dengan berpatnerkan seorang wanita sebagai pelengkap Imannya yang kini tengah memengaruhinya,maka ia putuskan untuk menikahinya.

Dua hari yang ia tentukan untuk memulai aksinya telah berakhir. Sebelum acara pernikahan digelar,ia meminta kepada calon istrinya untuk merelakan kepergiannya ke medan suci untuk selamanya selang satu hari dari pernikahannya. Calon pengantin wanita pun menerima permintaannya.

Setelah segalanya tersusun sesuai terencana,acara nikah pun dimulai. Usai melangsungkan nikah suci,dan setelah sunnah Nabi ia jalankan,ia kembali mempersiapkan semua yang ia butuhkan untuk segera diperagakan keesokan harinya.

Waktu semakin bergulir. Siang mulai pamit undur silakan kegelapan menyelimuti awang-awang. Malam tiba,memberi mereka sejenak kehangatan berintim. Secuil bentuk ibadah yang berbeda seratus derajat dari sebelumnya. Tak ada hari lagi,tak pula malam kedua yang dinantikan lebih berasa lagi yang telah dipastikan tiada. Malam hanya menantikan hitungan jam tuk memisahkan saat-saat manis mereka.

Selain hangatnya pelukan istri,tak ada lagi yang melintasi pikiran Jasim kecuali rakitan bom yang siap menggantikan pelukan mesra yang akan ia lakoni dipagi esok. Ditengah-tengah lezatnya percumbuan,disela-sela kehangatan berdua-duaan. Dipuncak ekstasi kenikmatan yang melelapkan,tiba-tiba Jasim terbangun dari tidurnya,dan melihat istrinya sudah tidak ada lagi ditempat tidurnya.

Segera ia melompat dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi mungkin ia sedang mencuci muka atau kencing atau..Setelah pintu kamar mandi dibuka,ternyata sang istri tidak berada didalamnya. Ia mencoba keluar dari kamar dan menyisir setiap ruang dan sudut yang terpagari tembok-tembok rumah,malangnya,sang istri pun tak kunjung muncul.

Ditengah kebingungan yang membisikkan tanda tanya dalam hatinya,tiba-tiba pemuda siaga yang siap meluncur itu,dikejutkan ketukan pintu rumahnya berulang kali tak terselahi henti sedetik pun. Jasim segera bergegas membuka pintu rumahnya. Lebih mengejutkan,ternyata pengetuk pintu adalah teman-temannya yang tidak seperti biasanya datang begitu pagi.

“Gerangan apa yang membuat pagi-pagi ini kalian kemari?” Tanya Jasim keheranan. “Apa kamu tidak tau wahai Jasim?” Tanya teman-teman juga.
“Tentang apa?” Jasim penasaran bercampur sisa-sisa kekhawatiran akan istrinya dan belum lenyapnya debar hati karena ketukan pintu secara tiba-tiba dan berulang kali. “Kamu tidak perlu lagi meledakkan camp perkumpulan Yahudi.” Tegas gerombolan temannya. “Memangnya kenapa?” Tanya Jasim nampak seakan menyesal. “Istrimu telah melakukannya semalam..” Mereka menimpali meyakinkan.

Jasim seakan hampir pingsan mendengar jawaban mereka. Tak kuasa menahan sesak didada yang kian mengepul ..Linangan air mata berjatuhan membasahi jenggot tipis pemuda tampan,bercampur sedih, haru dan kagum. Sedih,karena keinginanya diserobot orang lain,meski istrinya yang lebih bergegas memenuhi panggilan hati. Haru,proses instan yang begitu mengharukan,antara kenal,nikah dan serang. Kagum,meski dalam gelombang keyakinan kesyahidan yang selalu pasang,ternyata masih bisa dikalahkan semangat militansi yang terserap kedalam dirinya nilai-nilai luhur dan makna syahid yang sejati. Yang selalu ditandai keinginan bergerak menuju yang lebih baik lebih indah lebih suci lebih bermakna lebih dinamis lebih menggairahkan dan lebih sempurna,sebagai manifestasi pemahaman kehendak Ilahi yang paripurna.

Jasim kini kembali tinggal sendirian..tapi,tak mengapa,baginya sang istri begitu mengesankan..

Syirina,sang istri pamit tak terucapkan..Ia benar-benar wanita tercerahkan. Calon syahidah yang sukses memberi pelajaran Jasim betapa kematian mulia sangat indah dijalanin dengan sepenuh iman,kini ia telah peragakan sendiri. Bergembiralah wahai para wanita..meski dalam peran yang berbeda,kalian tetap bisa menjadi Syirina-Syirina baru yang mampu mengubah dunia dengan perhiasan hati kalian.

Selamat jalan Syirina..Selamat damai wanita bijak..Beruntung sekali seorang ibu yang melahirkanmu..

Inikah Profil Agamamu..?

“Ya Allah, kini hambaMu lagi bingung menyaksikan panggung penistaan agamaMu diberbagai negri ini tampa malu dan takut. Ada yang suka berdusta dengan membawa-bawa namaMu. Ada yang gemar memfitnah. Ada yang lagi dijatuhkan karirnya. Ada yang pagi sore menghafal nama-nama tokoh yang dinyatakan oleh mereka membahayakan. Ada juga yang hobinya menjauhkan orang dari agamaMu. Ada yang melenggang dengan tarian “kembali kepada tauhid yang murni”. Ada yang rajin berkaca didepan cermin untuk memastikan sudah seberapa panjang dua tiga helai rambut jenggotnya.

Lebih aneh lagi, semua itu dilakukan katanya ibadah mengharap surgaMu agar bisa segera mempersunting Bidadari. Maafkan hamba ya Rob untuk sejenak tertawa mendengar pernyataan terakhir itu..
apakah surgaMu pantas diraih dengan memfitnah?apakah ibadah sah dilakukan dengan berdusta?apakah iming-imingMu tentang surga merangsang mereka berbuat dengan segala cara yang dikemas dengan slogan “jihad”?
Maafkan hamba dengan semua yang terjadi..yang kenyataannya lebih menyeramkan dari yang tertulis ini dan Engkau lebih tau dari kami.

Yang mesti hamba tanyakan padaMu, adakah kesamaan bahan baku penciptaan antara mereka dan orang-orang yang mengumpat aja tidak mau,saat Engkau mengawali mencipta mereka? ”