Mutiara Hadist Imam Muhammad Al-Baqir as.

Kuwasiatkan lima hal kepadamu:

[1.] jika engkau dizalimi, jangan berbuat zalim,
[2.] jika mereka mengkhianatimu, janganlah engkau berkhianat,
[3.] jika engkau dianggap pembohong, janganlah marah,
[4.] jika engkau dipuji, janganlah gembira, dan,
[5.] jika engkau dicela, kontrollah dirimu”.

2. “Alangkah mungkin orang yang tamak kepada dunia akan mendapatkannya di dunia. Akan tetapi, ketika ia mendapatkan seluruhnya, dunia itu akan menjadi bala` baginya dan ia menjadi sengsara karenanya. Dan alangkah mungkin seorang membenci urusan akhirat. Akan tetapi, ia dapat menggapainya kemudian dan ia hidup bahagia karenanya”.

3. “Tiada keutamaan seperti jihad dan tiada jihad seperti menentang hawa nafsu”.

4. “Ambillah nasihat baik dari orang yang mengucapkannya meskipun ia tidak mengamalkannya”.

5. “(Jika sesuatu digabung dengan yang lain), tidak ada gabungan yang lebih indah dari kesabaran yang digabung dengan ilmu”.

6. “Kesempurnaan yang paling sempurna adalah tafakkuh (mendalami) agama, sabar menghadapi musibah dan ekonomis dalam mengeluarkan biaya hidup”.

7. “Tiga hal adalah kemuliaan dunia dan akhirat: memaafkan orang yang menzalimimu, menyambung tali persaudaraan terhadap orang yang memutuskannya, dan sabar ketika engkau diperlakukan sebagai orang bodoh”.

8. “Sesungguhnya Allah membenci seseorang yang meminta-minta kepada orang lain berkenaan dengan kebutuhannya, dan menyukai hal itu (jika ia meminta kepada)-Nya. Sesungguhnya Ia suka untuk diminta setiap yang dimiliki-Nya”.

9. “Seorang alim yang dapat dimanfaatkan ilmunya lebih utama dari tujuh puluh ribu ‘abid”.

10. “Seorang hamba bisa dikatakan alim jika ia tidak iri kepada orang yang berada di atasnya dan tidak menghina orang yang berada di bawahnya”.

11. “Jika mulut seseorang berkata jujur, maka perilakunya akan bersih, jika niatnya baik, maka rezekinya akan ditambah, dan jika ia berbuat baik kepada keluarganya, maka umurnya akan ditambah”.

12. “Janganlah malas dan suka marah, karena keduanya adalah kunci segala keburukan. Barang siapa yang malas, ia tidak akan dapat melaksanakan hak (orang lain), dan barang siapa yang suka marah, maka ia tidak akan sabar mengemban kebenaran”.

13. “Orang yang paling menyesal di hari kiamat adalah orang yang berbicara keadilan dan ia sendiri tidak melaksanakannya”.

14. “Silaturahmi dapat membersihkan amalan, memperbanyak harta, menghindarkan bala`, mempermudah hisab (di hari kiamat) dan menunda ajal tiba”.

15. “Ucapkanlah kepada orang lain kata-kata terbaik yang kalian senang jika mereka mengatakan itu kepadamu”.

16. “Allah akan memberikan hadiah bala` kepada hamba-Nya yang mukmin sebagaimana orang yang bepergian akan selalu membawa hadiah bagi keluarganya, dan menjaganya dari (godaan) dunia sebagaimana seorang dokter menjaga orang yang sakit”.

17. “Bersikaplah wara’, berusahalah selalu, jujurlah, dan berikanlah amanat kepada orangnya, baik ia adalah orang baik maupun orang fasik. Seandainya pembunuh Ali bin Abi Thalib a.s. menitipkan amanat kepadaku, niscaya akan kuberikan kepadanya”.

18. “Ghibah adalah engkau membicarakan aib (yang dimiliki oleh saudaramu) yang Allah telah menutupnya (sehingga tidak diketahui oleh orang lain), dan menuduh adalah engkau membicarakan aib yang tidak dimiliki olehnya”.

19. “Allah membenci pencela yang tidak memiliki harga diri”.

20. “(Engkau dapat dikatakan rendah hati jika) engkau rela duduk di sebuah majelis yang lebih rendah dari kedudukanmu, mengucapkan salam kepada orang yang kau jumpai, dan menghindari debat meskipun engkau benar”.

21. “Ibadah yang terbaik adalah menjaga perut dan kemaluan”.

22. “Tidak akan bermaksiat kepada Allah orang yang mengenal-Nya”.

23. “Ketika Allah menciptakan akal, Ia berfirman kepadanya: “Kemarilah!” Ia pun menghadap. Ia berfirman kembali: “Mundurlah!” Ia pun mundur. Kemudian Ia berfirman: “Demi kemuliaan dan keagungan-Ku, Aku tidak pernah menciptakan makhluk yang lebih Kucintai darimu, dan Aku tidak akan menyempurnakanmu kecuali bagi orang yang Kucintai. Semua perintah, larangan, siksa dan pahala-Ku tertuju kepadamu”.

24. “Sesungguhnya Allah akan menghisab hamba-hamba-Nya pada hari kiamat sesuai dengan kadar akal yang telah dianugerahkan kepada mereka di dunia.”

25. “Sesungguhnya pahala orang yang mengajarkan ilmu adalah seperti pahala orang yang belajar darinya, dan ia masih memiliki kelebihan darinya. Oleh karena itu, pelajarilah ilmu dari ahlinya dan ajarkanlah kepada saudara-saudaramu sebagaimana ulama telah mengajarkannya kepadamu”.

26. “Barang siapa yang mengeluarkan fatwa tanpa ilmu yang cukup, maka ia akan dilaknat oleh malaikat rahmat dan azab serta dosa orang yang mengamalkan fatwanya akan dipikul olehnya”.

27. “Orang yang mencari ilmu dengan tujuan mendebat ulama (lain), mempermalukan orang-orang bodoh atau mencari perhatian manusia, maka bersiap-siaplah untuk menempati neraka. Kepemimpinan tidak berhak dimiliki kecuali oleh ahlinya”.

28. “Faqih yang sebenarnya adalah orang yang zahid terhadap dunia, rindu akhirat dan berpegang teguh kepada sunnah Rasulullah SAWW”.

29. “Sesungguhnya Allah azza wa jalla menyukai orang-orang yang suka bergurau dengan orang lain dengan syarat tanpa cela-mencela”.

30. “Tiga kriteria yang penyandangnya tidak akan meninggal dunia kecuali ia telah merasakan siksanya: kezaliman, memutuskan tali silaturahmi dan bersumpah bohong, yang dengan sumpah tersebut berarti ia telah berperang melawan Allah”.

31. “Sesuatu yang paling utama di sisi Allah adalah engkau meminta segala yang dimiliki-Nya”.

32. “Demi Allah, seorang hamba tidak berdoa kepada-Nya terus menerus kecuali Ia akan mengabulkannya”.

33. “Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang banyak berdoa. Oleh karena itu, berdoalah pada waktu ashar hingga matahari terbit, karena pada waktu itu pintu-pintu langit terbuka, rezeki-rezeki dibagikan dan hajat-hajat penting dikabulkan”

34. “Doa yang paling cepat dikabulkan adalah doa seorang hamba untuk saudaranya tanpa sepengetahuannya”.

35. “Semua mata pasti akan menangis pada hari kiamat kecuali tiga mata: mata yang bangun malam di jalan Allah, mata yang menangis karena takut kepada-Nya dan mata yang tidak pernah melihat hal-hal yang diharamkan oleh Allah”.

36. “Perumpamaan orang yang tamak bagaikan ulat sutra. Ketika sutra yang melilitnya bertambah banyak, sangat jauh kemungkinan baginya untuk bisa keluar sehingga ia akan mati kesedihan di dalam sarangnya sendiri”.

37. “Hamba yang paling celaka adalah hamba yang berwajah dan bermulut dua; ia memuji saudaranya di hadapannya dan menghibahnya di belakangnya, jika saudaranya itu dianugerahi nikmat, ia iri dan jika ia ditimpa musibah, ia menghinanya”.

38. “Wilayah kami tidak akan digapai kecuali dengan amal saleh dan wara’.

Studi: Irlandia, Negara Paling Islami Di Dunia

WASHINGTON DC, KOMPAS.com

Hossein Askari, seorang guru besar politik dan bisnis internasional di Universitas George Washington, AS, melakukan sebuah studi yang unik.

Askari melakukan studi untuk mengetahui di negara manakah di dunia ini nilai-nilai Islam paling banyak diaplikasikan. Hasil penelitian Askari yang meliputi 208 negara itu ternyata sangat mengejutkan karena tak satu pun negara Islam menduduki peringkat 25 besar.

Dari studi itu, Askari mendapatkan Irlandia, Denmark, Luksemburg, dan Selandia Baru sebagai negara lima besar yang paling Islami di dunia. Negara-negara lain yang menurut Askari justru menerapkan ajalan Islam paling nyata adalah Swedia, Singapura, Finlandia, Norwegia, dan Belgia.

Lalu, bagaimana dengan negara-negara Islam? Malaysia hanya menempati peringkat ke-33. Sementara itu, negara Islam lain di posisi 50 besar adalah Kuwait di peringkat ke-48, sedangkan Arab Saudi di posisi ke-91 dan Qatar ke-111.

Berdasarkan hasil penelitiannya, Askari mengatakan, kebanyakan negara Islam menggunakan agama sebagai instrumen untuk mengendalikan negara.

“Kami menggarisbawahi bahwa banyak negara yang mengakui diri Islami tetapi justru kerap berbuat tidak adil, korup, dan terbelakang. Faktanya mereka sama sekali tidak Islami,” ujar Askari.

Askari menambahkan, justru negara-negara Barat yang merefleksikan ajaran Islam, termasuk dalam pengembangan perekonomiannya.

“Jika sebuah negara memiliki ciri-ciri tak ada pemilihan, korup, opresif, memiliki pemimpin yang tak adil, tak ada kebebasan, kesenjangan sosial yang besar, tak mengedepankan dialog dan rekonsiliasi, negara itu tidak menunjukkan ciri-ciri Islami,” lanjut Askari.

Dalam melakukan penelitiannya, Askari mencoba membandingkan idealisme Islam dalam hal pencapaian ekonomi, pemerintahan, hak rakyat dan hak politik, serta hubungan internasional.
Hasil penelitian Profesor Askari dan Profesor Scheherazade S Rehman ini dipublikasikan dalam Global Economy Journal.

Di Irlandia, diperkirakan sebanyak 49.000 warganya memeluk Islam. Dr Ali Selim, anggota senior Pusat Kebudayaan Islam Irlandia (ICCI), mengatakan, umat Muslim dan warga Irlandia lainnya bisa hidup berdampingan karena sama-sama memiliki kesamaan sejarah.

“Irlandia pernah menjadi wilayah jajahan dan banyak rakyat Irlandia menderita diskriminasi rasial dan selalu diasosiasikan dengan terorisme. Umat Muslim juga mengalami hal serupa,” ujar Selim.

Selain itu, lanjut Selim, para imigran Muslim di Irlandia mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengembangkan diri, termasuk dalam bidang ekonomi.

“Al Quran menganjurkan umat Muslim untuk hidup sejahtera dan Dublin merupakan salah satu pusat investasi Islam terbesar di Eropa,” ujar Selim.

(http://internasional.kompas.com/read/2014/06/10/2151008/Studi.Irlandia.Negara.Paling.Islami.di.Dunia)

SYIRINA PENGANTIN MILITAN

(cerita patriotik pengantin baru wanita peneguk cawan syahadah)
Posted on 16 September 2009 by Alwi M
Di sebuah desa terpencil di Palestina,hidup seorang lelaki bernama Jasim. Pemuda biasa yang tidak tersosialisasi dalam lingkungan agama secara kultural maupun ideologikal. Event-event keagamaan tidak pernah menjumpai sosok Jasim dibalik kegagahannya yang penting diperhitungkan diskala agamis sebuah negara pergerakan seperti Palestina.

Hari-harinya ia lewati seperti halnya orang lain menjalani kehidupan dengan memenuhi semua kebutuhan yang menjadi syarat kelangsungannya. Meski tak seorang diri,ia jarang berbagi pengalaman dan pandangan kepada orang lain. Ada keunikan tersendiri di sosok pendiam ini.

Tidak semua orang di sekitar desa yang ia tempati mengenalnya. Yang mengetahuinya karena nama atau pernah mengenalnya,tidak banyak mengerti pribadi asing ini. Hanya teman-teman dekatnya yang selalu bersamanya dalam suka dan duka.

Keterasingannya dari dunia agama tidak lantas membuatnya jauh dari kemauan agama. Pergumulannya dilingkungan bebas tidak pula memanjakan hasrat ketakpedulian. Dia tidak mengenal baca tulis Quran sepandai rata-rata muslim lain yang hidup dilingkungan islami atau arabi.

Dari semua buku sejarah yang pernah ia lalap,tak ada yang memengarui jiwanya sebesar semangat sengatan-sengatan Syahadah yang memikat hatinya. Dari perwatakan yang sudah sering diamati sejumlah teman-temannya,ia lebih nyaman melamunkan Reformasi ketimbang tersekab tekanan-tekanan pendudukan asing yang kian hari kian merayap. Dan tidak tau kapan akan berakhir.

Sejak remaja hingga benar-benar menjadi seorang pemuda,hanya perubahan dan kedamaian yang dicita-citakan meski harus ditebus seribu nyawa. Si musafir dari kehidupan agama,tidak membiarkan diri,lingkungan dan negaranya tersapu kaki-kaki gajah Zionis sepetak pun. Meski tidak pernah memaknai cita-cita dan semangatnya bagian dari pemikiran langit,namun ia benar-benar tau,untuk sebuah negara tertindas bertahun-tahun generasi ke generasi,militansi pemikiran masih memiliki lebih besar ruang keterlibatan dari pada agama pemikiran yang lebih didominasi perselisihan dan pertikaian.

Pandangannya yang sederhana membuatnya berani mewujudkan cita-citanya dengan keinginannya melakukan pengeboman dengan cara membawa bahan-bahan peledak yang dililitkan keseluruh tubuhnya,guna diledakkan di centra camp Zionis. Merasa dibesarkan keberanian harus mensikapi para biadab,serta glontoran dukungan teman-teman sebayanya yang benar-benar melihatnya satu pemuda seribu semangat,ia memutuskan untuk segera mempersiapkan segalanya untuk segera dilaksanakan.

Belum juga terlaksana,tiba-tiba panggilan hatinya terusik seorang wanita yang ingin berkenalan dengannya. Dengan berat hati ia terima wanita itu sebagai temannya. Waktu semakin dirasa mengejarnya. Dua hari sebelum waktu yang telah ditentukan untuk aksi operasinya,perempuan yang baru ia mengenalnya,memintanya menikahinya.

Ia merasa heran..Dan akhirnya,permintaannya pun ia tolak. Anehnya,bukan merah muka karena malu yang diterima si wanita itu,melainkan ia mencoba memaksa. Jasim bersikeras menolak dengan memberikan alasan perjuangan yang harus ia prioritaskan. Tapi,diluar dugaan Jasim,wanita itu malah membantahnya dengan mengatakan: “Apakah kamu ingin menghadapi kematian dengan separuh agamamu ?”. Maksudnya apa? Tanya Jasim mulai penasaran. “Seseorang baik lelaki maupun perempuan yang belum menjalani pernikahan,ia hanya hidup setengah iman,tidak kah sia-sia keberanianmu mengakhiri separuh hidupmu yang lain?” Jawab wanitu itu tegas.

Pemuda berani ini hanya termenung pilu. Meski tekadnya kelewat membara,tapi masih cukup rentan dirembasi misiu-misiu pencerahan yang dicoba dipahaminya semakin memuliakan nilai kesyahidan yang ia dambakan.

Karena hasrat yang terpatri dalam jiwanya terasa kian tak terbendung,sementara kematian termulya dengan berpatnerkan seorang wanita sebagai pelengkap Imannya yang kini tengah memengaruhinya,maka ia putuskan untuk menikahinya.

Dua hari yang ia tentukan untuk memulai aksinya telah berakhir. Sebelum acara pernikahan digelar,ia meminta kepada calon istrinya untuk merelakan kepergiannya ke medan suci untuk selamanya selang satu hari dari pernikahannya. Calon pengantin wanita pun menerima permintaannya.

Setelah segalanya tersusun sesuai terencana,acara nikah pun dimulai. Usai melangsungkan nikah suci,dan setelah sunnah Nabi ia jalankan,ia kembali mempersiapkan semua yang ia butuhkan untuk segera diperagakan keesokan harinya.

Waktu semakin bergulir. Siang mulai pamit undur silakan kegelapan menyelimuti awang-awang. Malam tiba,memberi mereka sejenak kehangatan berintim. Secuil bentuk ibadah yang berbeda seratus derajat dari sebelumnya. Tak ada hari lagi,tak pula malam kedua yang dinantikan lebih berasa lagi yang telah dipastikan tiada. Malam hanya menantikan hitungan jam tuk memisahkan saat-saat manis mereka.

Selain hangatnya pelukan istri,tak ada lagi yang melintasi pikiran Jasim kecuali rakitan bom yang siap menggantikan pelukan mesra yang akan ia lakoni dipagi esok. Ditengah-tengah lezatnya percumbuan,disela-sela kehangatan berdua-duaan. Dipuncak ekstasi kenikmatan yang melelapkan,tiba-tiba Jasim terbangun dari tidurnya,dan melihat istrinya sudah tidak ada lagi ditempat tidurnya.

Segera ia melompat dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi mungkin ia sedang mencuci muka atau kencing atau..Setelah pintu kamar mandi dibuka,ternyata sang istri tidak berada didalamnya. Ia mencoba keluar dari kamar dan menyisir setiap ruang dan sudut yang terpagari tembok-tembok rumah,malangnya,sang istri pun tak kunjung muncul.

Ditengah kebingungan yang membisikkan tanda tanya dalam hatinya,tiba-tiba pemuda siaga yang siap meluncur itu,dikejutkan ketukan pintu rumahnya berulang kali tak terselahi henti sedetik pun. Jasim segera bergegas membuka pintu rumahnya. Lebih mengejutkan,ternyata pengetuk pintu adalah teman-temannya yang tidak seperti biasanya datang begitu pagi.

“Gerangan apa yang membuat pagi-pagi ini kalian kemari?” Tanya Jasim keheranan. “Apa kamu tidak tau wahai Jasim?” Tanya teman-teman juga.
“Tentang apa?” Jasim penasaran bercampur sisa-sisa kekhawatiran akan istrinya dan belum lenyapnya debar hati karena ketukan pintu secara tiba-tiba dan berulang kali. “Kamu tidak perlu lagi meledakkan camp perkumpulan Yahudi.” Tegas gerombolan temannya. “Memangnya kenapa?” Tanya Jasim nampak seakan menyesal. “Istrimu telah melakukannya semalam..” Mereka menimpali meyakinkan.

Jasim seakan hampir pingsan mendengar jawaban mereka. Tak kuasa menahan sesak didada yang kian mengepul ..Linangan air mata berjatuhan membasahi jenggot tipis pemuda tampan,bercampur sedih, haru dan kagum. Sedih,karena keinginanya diserobot orang lain,meski istrinya yang lebih bergegas memenuhi panggilan hati. Haru,proses instan yang begitu mengharukan,antara kenal,nikah dan serang. Kagum,meski dalam gelombang keyakinan kesyahidan yang selalu pasang,ternyata masih bisa dikalahkan semangat militansi yang terserap kedalam dirinya nilai-nilai luhur dan makna syahid yang sejati. Yang selalu ditandai keinginan bergerak menuju yang lebih baik lebih indah lebih suci lebih bermakna lebih dinamis lebih menggairahkan dan lebih sempurna,sebagai manifestasi pemahaman kehendak Ilahi yang paripurna.

Jasim kini kembali tinggal sendirian..tapi,tak mengapa,baginya sang istri begitu mengesankan..

Syirina,sang istri pamit tak terucapkan..Ia benar-benar wanita tercerahkan. Calon syahidah yang sukses memberi pelajaran Jasim betapa kematian mulia sangat indah dijalanin dengan sepenuh iman,kini ia telah peragakan sendiri. Bergembiralah wahai para wanita..meski dalam peran yang berbeda,kalian tetap bisa menjadi Syirina-Syirina baru yang mampu mengubah dunia dengan perhiasan hati kalian.

Selamat jalan Syirina..Selamat damai wanita bijak..Beruntung sekali seorang ibu yang melahirkanmu..

Inikah Profil Agamamu..?

“Ya Allah, kini hambaMu lagi bingung menyaksikan panggung penistaan agamaMu diberbagai negri ini tampa malu dan takut. Ada yang suka berdusta dengan membawa-bawa namaMu. Ada yang gemar memfitnah. Ada yang lagi dijatuhkan karirnya. Ada yang pagi sore menghafal nama-nama tokoh yang dinyatakan oleh mereka membahayakan. Ada juga yang hobinya menjauhkan orang dari agamaMu. Ada yang melenggang dengan tarian “kembali kepada tauhid yang murni”. Ada yang rajin berkaca didepan cermin untuk memastikan sudah seberapa panjang dua tiga helai rambut jenggotnya.

Lebih aneh lagi, semua itu dilakukan katanya ibadah mengharap surgaMu agar bisa segera mempersunting Bidadari. Maafkan hamba ya Rob untuk sejenak tertawa mendengar pernyataan terakhir itu..
apakah surgaMu pantas diraih dengan memfitnah?apakah ibadah sah dilakukan dengan berdusta?apakah iming-imingMu tentang surga merangsang mereka berbuat dengan segala cara yang dikemas dengan slogan “jihad”?
Maafkan hamba dengan semua yang terjadi..yang kenyataannya lebih menyeramkan dari yang tertulis ini dan Engkau lebih tau dari kami.

Yang mesti hamba tanyakan padaMu, adakah kesamaan bahan baku penciptaan antara mereka dan orang-orang yang mengumpat aja tidak mau,saat Engkau mengawali mencipta mereka? ”

Selamat Datang Bulan Ampunan..

Selamat datang bulan agung…
Selam sapa bulan mulia..
Kedatanganmu memang tak mengejutkan karena datang setiap tahun. Hanya menyambutmu oleh kami tidak semulia dirimu. Mafkan kami karena bukan bagian dari orang” mulia.

Kami tidak tau bagaimana cara menyambutmu, sementara dengan yakin engkau datang dengan satu paket ampunan.
Kami juga tidak pandai menerimamu, padahal sosokmu begitu cantik yang tak kalah dengan bulan-bulan selainmu.

Kami serba kurang memberikan jamuan kepadamu, sementara engkau datang menjanjikan ragam rahmat, kemulian dan ridhoNya.
Yakinlah kami bukan orang yang mampu membalas kesucianmu dengan kesucian hati kami.
Kami bukan orang yang mampu membalas kemulianmu dengan kemuliaan perbuatan kami.
Dan kami bukan orang yang mengerti dirimu sebagai sesuatu yang harus ditaati apalagi sebagai orang yang bisa memperlakukan dirimu layaknya orang” bertakwa.

Namun kebesaran dan keagunganmu, menyapu semua keraguan dan kekhawatiran kami.Sehingga kami masih dapat kesempatan menikmati segala yang engkau tawarkan kepada kami dari produk” langit yang special.

Wahai Pemilik bulan suci ini,tempatkan kami selamanya diatas kesuciannya dan kesucian bulan” lain sebelum dan sesudahnya.Jadikan kami oran yg bersegera memenuhi panggilanya meskipun bukan orang yg pertama.Amin ya Robbal alamin..
Selamat menunaikan ibadah puasa semoga mendapat predikat Shoimin yg sebenarnya..

Rajab: big sale pahala..ku yang terperosok

Ya Allah, RajabMu kini telah tiba. Bila menengok ke belakang, rasa-rasanya bulan mulia ini tak sanggup merobah nasibku. Hatiku yang sellu bimbang, ulahku yang tak pernah mau dewasa dan perilakuku yang terus menerus konyol, telah menjadi bagian ornamen hidupku yang sulit dipisahkan.

Bukan lantaran aku menghendakinya atau mersa menikmati nya (ketagihan), tapi karena aku belum sanggup membutMu tersenyum aku belum sanggup mencolekMu dan lebih-lebih aku juga tak punya nyali untuk menyatakan cinta kepadaMu..

Duhai Penguasa hatiku, aku tak habis pikir..waktu berjalan tak terasa umur berkurang senantiasa RajabMu yang kemaren penuh tambl sulam dan kini yang ada masih sisa-sisa keraguan melangkah kepadaMu yang berserakan di lorong kalbuku.

Meski aku tau anugerahMu dibulan ini begitu banyak, tapi semakin aku ingin mencoba mendekat kepadaMu semakin aku merasa tertahan perasaan bersalah denganMu karena selalu melewatkan hari-hariku tampa ditemani diriMu.

Ooh..Nada dering kalbuku..ku tak mau berlama lama dalam kisah panjangku yang konyol ini. Ku tak sanggup lagi harus merasa jauh denganMu. Aku harus merubah keadaan ini..Tapi, bagaimana caranya? tuntunlah aku wahai Penjaga kesadaranku..

Tak lama ku meratapi nasibku, tiba-tiba terdengar suara lirih yang lamat-lamat menyelinap cepat di pendegaranku seakan membisikkan, “hai peratap nasib,sampai kapan harapanmu termakan lamunanmu? bangun dan bangkitlah! Tuhan sellu ada bahkan di puncak keputus-asaanmu..Dia tidak terlihat matamu tapi hadir disetiap keluh kesahmu mendengar ritme persangkaanmu dan merasakan denyut kesedihanmu serta benar-benar mengerti persoalanmu yang terkadang manusia sok pintar mengatasinya sendiri..

Suara itu terlalu asing bagiku tapi begitu kuat menggetarkn seluruh tubuhku hingga seakan-akan aku merasa mendapat anugerah Rajab sampai di penghujung bulannya. Sejak itu, aku baru sadar bahwa untuk bisa merasakn manisnya bulanMu, tak harus aku merasa tersandung kesalahnku yang telah lewat tapi haruslah bagiku tetap yakin dan terus yakin sepanjang ruh masih melekat di badan, apa pun yang kujalani dari suatu perbuatan pasti menyisahkan walau secuil perubahan. Karena itu celaka sekali kalau yang tersisa dari perubahan itu adalah keburukan..

Nice Rajab..semoga menginspirasi..

Antara Radikalisme Dan Narkoba

Nusakambangan menyeramkan…
Eksekutor mewakili undang2 atau mewakili rakyat?

Aku pikir jahat mana pecandu Narkoba atau pecandu Radikalisme?
Radikal musuh siapa?
Narkoba musuh siapa?

Radikal menumbangkan negara
Narkoba mengganggu negara

Radikal ujung ujungnya penjara
Narkoba finalnya Eksekusi

Radikal memproduksi orang seakan pejuang
Narkoba merusak pejuang seakan merdeka

Radikal aku muslim kamu kafir
Narkoba aku nyantai kamu korban

Radikal beratribut sunnah Nabi tp ingat hny atribut semata
Narkoba ngak pake atribut apa2 perlahan dan diam2 tp pasti

Radikal ambisinya Daulah khilafah
Narkoba ambisinya Daulah farhanah (stres mampet)

Radikal diseragamkan pose awut2an
Narkoba beda orang beda nomor punggungnya

Barangkali krn Indonesia dikenal tanah yg maha subur, semuanya jadi
bisa subur disini..Alhamdulillah..